Regional

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ting Regional

Post  .::UnknowN::. on Fri 06 Apr 2007, 9:22 am

Pemerintah-Lapindo Lamban

Anggota Timnas Lumpur Tetap Masuk di Tim BPLS SIDOARJO
- Pemerintah, Timnas Penanggulangan Lumpur, dan PT Lapindo Brantas Inc
terbukti lamban dalam mengatasi banjir lumpur di Sidoarjo beserta
dampak sosial ekonominya. Lumpur terus menyembur, korban belum diberi
ganti rugi, dan relokasi infrastruktur hanya wacana tanpa bukti nyata.

Penilaian tersebut disampaikan anggota Komisi V DPR Abdullah Azwar Anas saat meninjau langsung lokasi banjir lumpur di Porong, Sidoarjo, kemarin.
Menurut dia, segala penyelesaian jangan sampai terus berlarut-larut.
"Kita semua pasti tak ingin penderitaan ini makin meluas," ujarnya.

Selama ini, kata dia, pemerintah selalu berdalih masih merancang model
pendanaan untuk mengatasi banjir lumpur. Padahal, Komisi V DPR yang
membidangi masalah infrastruktur dan transportasi pada 5 Maret lalu
memberikan rekomendasi kepada pemerintah. "Rekomendasi politik itu
berisi, dana untuk penanganan masalah lumpur bisa ditalangi lebih dulu
dari dana APBN," jelasnya.

Namun, Anas buru-buru menambahkan, keputusan mengalokasikan dana APBN itu tidak ditujukan untuk membebaskan Lapindo dari segala tanggung jawab. "Hal itu sudah mutlak. Lapindo tetap harus bertanggung jawab," tegasnya.

Tapi, sekali lagi dia menyebutkan, persoalan saat ini butuh penanganan secepat mungkin. "Kalau dilakukan segera, pasti jalur rel KA tak sampai lumpuh seperti saat ini," ungkapnya.

Anas mencontohkan relokasi rel KA yang saat ini terendam lumpur. Diperkirakan, relokasi rel kereta api sepanjang 18 kilometer ke wilayah barat Sidoarjo akan menelan biaya Rp 450 miliar. Dana sebesar itu, kata dia, sebenarnya tak begitu berpengaruh terhadap stabilitas anggaran. "Itu semua memang bergantung kemauan pemerintah," katanya.

KA yang melintas di sekitar kawasan luapan lumpur mulai berhenti total sejak Minggu (1/4) lalu. Hingga kemarin, sudah 46 jalur keberangkatan KA yang dibatalkan. Menurut Humas PT KAI Daops 8 Sudarsono, akibat pembatalan itu, kerugian yang harus ditanggung PT KAI Rp 120 juta-130 juta per hari. "Namun, itu belum seberapa. Kerugian yang ditanggung masyarakat jauh lebih besar," sebutnya.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk bepergian hendaknya beralih ke sarana lain. "Kalau bisa, sementara lebih baik tidak usah ke mana-mana dulu," sarannya. Masyarakat, tambah dia, mungkin lebih bisa memanfaatkan sarana telepon.

Jawa Pos mengamati, hingga tadi malam, air lumpur masih terus mengalir di jalur rel KA. Kondisi rel KA tetap terendam lumpur. PT KAI pun terus berusaha meninggikan rel di sana.

Begitu pun Jalan Raya Porong. Jalan protokol yang menghubungkan Surabaya-Malang itu masih terus dialiri air lumpur. Ruas jalan pun masih belum dibuka. Hanya satu ruas jalan dari arah Malang, yang dibuka
untuk beberapa jenis kendaraan. Padahal, sehari sebelumnya, timnas
menyebut jalan itu sudah bisa dilewati mulai kemarin.

Menurut Juru Bicara Timnas Rudi Novrianto, rencana tersebut belum bisa
dilaksanakan karena sejumlah alat berat masih bekerja di Jalan Raya
Porong. Dia menyebut, setelah berkoordinasi dengan pihak Lantas Polres
Sidoarjo, jalan raya bisa dibuka kembali jika alat berat sudah ditarik
semua. "Saat ini, alat-alat berat itu masih dibutuhkan di sana,"
ujarnya.

Selain untuk memperbaiki tanggul, sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengeruk genangan lumpur di jalan. "Kami akan tetap berusaha membuka kembali jalan dan rel kereta api sesegera mungkin," sebutnya.

Namun, Rudi mengakui, tanggul jebol di beberapa titik, termasuk di pusat semburan, hingga kemarin belum dapat diperbaiki. Sejumlah tanggul terlihat masih menganga dan mengalirkan lumpur dari pusat semburan dengan cukup deras.

Tanggul-tanggul itu masih sulit diperbaiki karena akses menuju titik jebol juga makin sulit. Lumpur sudah makin menyebar ke mana-mana dan menutup beberapa akses jalan yang ada sebelumnya.

Timnas pun terus diburu waktu. Tiga hari lagi, masa kerja tim bentukan pemerintah yang mulai bekerja sejak 8 September 2006 itu akan berakhir, tepatnya pada 8 April 2007 mendatang. "Kami berharap tim yang baru nanti mampu meneruskan upaya mengalirkan lumpur ke Kali Porong," ungkap Rudi.

Upaya itu, lanjut dia, merupakan upaya jangka pendek. "Jangka panjangnya membuang lumpur ke laut," ujarnya. Hingga masa tugas timnas berakhir, upaya membuang lumpur ke selatan belum bisa optimal dan kontinu. Aliran
lumpur masih sulit dikendalikan dan meluber ke mana-mana.

Badan Baru

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengumumkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk menggantikan timnas yang masa baktinya habis pada 8 April lusa. Struktur dan nama-nama anggota badan tersebut sedang diolah di meja presiden dan akan dituangkan dalam keputusan presiden (keppres).

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, pembentukan BPLS merupakan agenda yang disegerakan oleh SBY. Karena itu, orang-orang yang duduk di dalamnya harus memiliki kapabilitas memadai. "Dalam waktu dekat, secepatnya akan diumumkan," kata Andi kemarin.

Sesuai Perpres 36/2006, Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo berakhir pada 8 Maret 2007. Oleh SBY, timnas diperpanjang satu bulan, hingga 8 April 2007, untuk menyiapkan badan baru yang sifatnya semipermanen. SBY kini mengebut untuk menyelesaikan pembentukan BPLS itu sebelum 8 April 2007.

"Saya belum bisa memastikan kapan diumumkan. Sekarang presiden sedang menyusun dan mematangkan," ujarnya.

Bentuk BPLS semipermanen terlihat dari strukturnya yang berbeda dengan
timnas. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menambahkan, BPLS terdiri
atas ketua, dibantu tiga Deputi, dan jajaran lain di bawahnya.
"Nama-namanya sudah dikantongi presiden," kata Djoko saat mendampingi
SBY di pemancangan pembangunan rumah susun sederhana di Pulo Gebang,
Jakarta Timur, kemarin.

Sebagian nama-nama tersebut memang disodorkan Djoko. Meski tidak mengungkapkan nama-namanya, sinyal Djoko menyebut, sebagian besar formasi yang ada di timnas sekarang dipertahankan. Sebab, merekalah yang selama ini menangani lumpur Lapindo. "Itu wewenang presiden mengumumkan orang-orangnya," tuturnya.

Badan tersebut, lanjut Djoko, dibentuk untuk melegalkan penggunaan dana
APBN bagi penalangan kerugian akibat bencana lumpur tersebut. Dengan
begitu, nasib korban lumpur Lapindo tidak terkatung-katung. BPLS
berfungsi penuh sejak 7 April. Lembaga itu akan mendapat suntikan dana
dari APBN Perubahan 2007.

Beberapa tugas sudah menanti BPLS. Di antaranya prioritas pembuatan kanal untuk mengalirkan lumpur ke Kali Porong sehingga tidak meluap dan menggenangi jalan arteri Porong dan rel kereta api.

Proyek kanal tersebut akan mendapat kucuran Rp 500 miliar dari APBNP. Tahun ini, kanal itu harus diselesaikan. Proyek lain adalah membangun jalan arteri Porong yang diperkirakan membutuhkan dana Rp 600 miliar. (dyn/tom)

sumber: jawapos.com


Terakhir diubah oleh tanggal Sat 12 May 2007, 6:58 am, total 3 kali diubah
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 08 Apr 2007, 9:01 am

Timnas Jamin Tak Ada Luberan Lagi


SIDOARJO- Sehari menjelang bubar, Timnas Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo masih mengumbar janji. Kemarin, Timnas meyakinkan kepada masyarakat bahwa lumpur tidak akan terus meluber.

Setidaknya, Timnas mampu membendung luberan lumpur dalam areal seluas 600 hektare. Misalnya, yang tergambar dalam peta areal terdampak 22 Maret 2007. "Insya Allah, Timnas maupun badan yang seterusnya melanjutkan kerja kami akan menjamin hal tersebut," tegas Juru Bicara Timnas Rudi Novrianto.

Apalagi, kata dia, program kerja selanjutnya dari badan penerus Timnas adalah memfungsikan kembali spillway. Spillway di areal Desa Pejarakan,
Kecamatan Jabon, yang kini mangkrak nanti dilengkapi pintu tanpa pompa,
tapi menggunakan sistem gravitasi. "Konsepnya, nanti kami membangun
terowongan langsung ke Kali Porong melalui lokasi spillway yang
sekarang sudah ada," jelas Rudi.

Pernyataan optimistis Rudi itu memang merupakan jawaban Timnas atas tuntutan warga empat desa/kelurahan yang menginginkan tempat tinggal mereka dimasukkan dalam peta terdampak.

Keempat desa/kelurahan itu adalah Kelurahan
Mindi di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Lalu, Desa Pejarakan, Desa
Kedungcangkring, dan Desa Besuki di Kecamatan Jabon. Kemarin, warga di
keempat desa itu berunjuk rasa.

"Kami sepakat menolak peta yang ditetapkan pada 22 Maret itu. Sebab, peta tersebut diskriminatif dan tidak prospektif," tegas Ahmad Zakaria, ketua umum Gerakan Masyarakat Korban Lumpur Empat Desa.

Meski saat ini belum semua permukiman di keempat desa itu terendam lumpur, warga di sana merasa sangat waswas. Sebab, kolam-kolam penampungan lumpur berbatasan langsung dengan permukiman di sana.

Apalagi, Desa Besuki pernah dua kali tersapu lumpur. Demikian pula dengan Desa Kedungcangkring. Sebagian areal pertanian di wilayah Kelurahan Mindi dan Desa Pejarakan kini bahkan sudah berubah menjadi kolam lumpur.

"Kami tidak ingin desa kami ditandai warna merah (terendam lumpur, Red), tapi ditandai dengan warna kuning (terancam lumpur, Red). Lalu, dipastikan ganti ruginya kalau sudah terbenam dan dipastikan kompensasinya kalau dalam keadaan terancam," ungkap Zakaria.

Menanggapi hal itu, Rudi mengatakan, "Kalau mereka masuk (peta) sekarang, mau nggak mau ya harus pindah. Itu kan kekhawatiran mereka saja kalau nanti jebol. Kami pasti memperkuat (tanggul-tanggul) di situ. Kami tidak akan melebarkan luberan (lumpur)."

Di bagian lain, dia juga menyatakan bahwa Jalan Raya Porong bisa segera dibuka untuk dua jalur. Syaratnya, alat-alat berat sudah bisa masuk ke areal tanggul cincin dan sirtu untuk pembenahan tanggul sudah bisa distok di areal tersebut. "Ya, dalam sehari dua hari ini lah. Mudah-mudahan besok (hari ini, Red), bisa kami buka. Tapi, yang jelas untuk kendaraan-kendaraan besar dulu," ujarnya.

Permasalahannya, kata dia, saat ini jebolan di sekitar tanggul cincin belum bisa dibenahi secara baik. Karena itu, lumpur dari kawah lumpur yang semula diarahkan mengalir ke timur justru balik mengalir ke barat dan akhirnya meluber ke Jalan Raya Porong serta rel kereta api (KA) di wilayah Kelurahan Siring, Kecamatan Porong.

"Makanya, kami mencoba meninggikan (tanggul) titik 344 supaya lumpur lari ke timur, lalu kami belokkan ke selatan ke arah spillway," jelasnya.

Rudi juga menyatakan, meski tugas Timnas sudah benar-benar berakhir, hari
ini, mereka tidak seketika lepas tangan. Dalam waktu seminggu sampai
dua minggu, Timnas akan mendampingi Badan Penanggulangan Semburan
Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang menggantikan tugas mengatasi lumpur.

"Tugas badan yang baru nanti ada tiga kelompok besar. Meliputi, penanganan lumpur, penanganan dampak sosial, dan relokasi infrastruktur. Paling lama, sampai dua minggu ke depan, kami akan menunjukkan tugas-tugas yang belum selesai dan memperkenalkan mereka kepada semua jajaran di sini," ungkapnya. (sat)


sumber : jawapos.com



Terakhir diubah oleh tanggal Sun 08 Apr 2007, 9:16 am, total 1 kali diubah
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 08 Apr 2007, 9:07 am

Jatim Masuk Daerah Kelabu Pelaku Teror


LAMONGAN - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar
memasukkan Jawa Timur dalam kategori daerah kelabu terkait sepak
terjang teroris di Indonesia.

"Daerah kelabu berarti bisa untukoperasi dan bersembunyi bagi teroris," kata Syamsir saat menghadiriperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al Fattah, Siman, Sekaran, Lamongan, kemarin.

Terkait Abu Dujana yang disebut-sebut sebagai salah satu pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) saat ini, lanjut Syamsir, saat ini petugas sedang memburunya. "Berdasarkan penggalian informasi dari tersangka yang ditangkap Polri, ada harapan untuk mengejar dia (Abu Dujana, Red)," katanya.

Di hadapan para kiai dan santri Ponpes Al Fattah, Syamsir juga mengungkapkan perlunya reposisi pesantren agar kembali ke perannya yang sejati. Yakni, menjadi kekuatan perantara sekaligus sebagai pioner yang mampu menyaring dan mengarahkan paham tertentu dan nilai-nilai budaya pada masyarakat.

Menurut dia, ulama sebagai pemimpin pesantren memiliki basis yang kuat
untuk berperan sebagai mediasi bagi pemahaman agama yang lebih terbuka.
Seperti, pemahaman yang jernih tentang jihad dan keberadaan agama lain.

"Kondisi kita rawan disintegrasi bangsa. Kita perlu merekonstruksi
ulang nilai-nilai nasionalisme yang antiimperialisme, mempromosikan
perdamaian, kemandirian, solidaritas, dan keadilan sosial," tambahnya.

Nilai-nilai itu, lanjut dia, tak perlu bertentangan dengan proses
demokratisasi yang sedang berjalan. "Dalam konteks itu diperlukan
reposisi pesantren," paparnya.

Ketika ditanya, apakah reposisi pesantren itu terkait adanya indikasi pelaku teroris yang berasal dari kalangan pesantren, Syamsir tidak membantahnya. "Antara lain. Hal itu termasuk," katanya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Ponpes Al Fattah KH Agus Abdul Majid dalam ceramahnya mengungkapkan keprihatinannya terhadap adanya bencana yang datang bertubi-tubi.

"Kondisi tersebut sebagai peringatan agar kita introspeksi dan segera
mengubah perilaku menjadi seperti perilaku Nabi Muhammad SAW," tuturnya.

Selain beberapa kiai dan ribuan jamaah, hadir dalam acara tersebut
Wakil Ketua PW NU Jatim KH Abdul Matin, Deputi II BIN Mayjen Harijanto,
Kepala BIN Pos Jawa Timur Baru Sanusi, dan staf khusus BIN Wahyu
Saronto. (feb)


sumber : jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Thu 26 Apr 2007, 3:51 pm

Tak Mudah Bangun Tanggul Permanen

Wawancara dengan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso
Hampir satu tahun banjir lumpur Lapindo tak juga teratasi. Ribuan rakyat
kehilangan tempat tinggal. Sebagian korban itu telah diterima Presiden
SBY dan Wapres Jusuf Kalla. Di sisi lain, upaya menutup semburan dan
melokalisasi luberan tidak efektif. Meski mengaku berat, Bupati
Sidoarjo Win Hendrarso tetap optimistis ada jalan keluar mengatasi
bencana itu. Berikut petikan wawancara khusus Jawa Pos dengan Win di
kantornya kemarin:

Akibat lumpur, bukan hanya Lapindo dan pemerintah pusat yang jadi sasaran kemarahan warga. Juga pemda. Bagaimana ini?

Kalau saling menyalahkan seperti itu, tidak efektif mencari solusi. Kita
harus meletakkan persoalan pada kerangka solusi, bukan masalah. Memang
yang dibutuhkan saat ini komitmen moral dari Lapindo. Ini yang akan
menjadi dasar untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial.

Mana yang menjadi prioritas penanganan?

Ada tiga aspek kebijakan. Yaitu, penutupan semburan lumpur dan
penanggulangan dampak semburan dari aspek infrastruktur. Dalam konteks
ini adalah penanggulan. Yang terakhir adalah mengatasi dampak sosial.
Dari tiga aspek tersebut, 60 persen energi tersedot untuk penanganan
masalah sosial.

Bagaimana awalnya konsep penanganan masalah sosial?

Memang terjadi tarik-menarik antara pemberian ganti rugi Rp 2,5 juta per meter dengan relokasi. Konsep awal relokasi adalah bedol desa dan akan
disiapkan sebuah konsep permukiman bernuansa realestat. Dalam bayangan
saya, relokasi itu tetap menjaga pola hubungan antarwarga. Umpamanya di
lokasi lama si A rumahnya bertetangga dengan si B, di tempat baru juga
begitu. Tetangganya tetap.

Di sisi lain, ada kelompok warga yang menginginkan ganti rugi langsung. Ini semua harus kita bicarakan dengan melihat kepentingan rakyat.

Bicara soal ganti rugi, tuntutan Rp 2,5 juta per meter bagaimana awal ceritanya?

Ini berawal setelah ada kegiatan penanggulan oleh Timnas (Tim Nasional
Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Red) dengan membebaskan 12 rumah di
sekitar rel dengan ganti rugi Rp 2,5 juta per meter. Mendengar itu,
yang lain menuntut ganti rugi yang sama. Nah, dari situlah muncul nilai
Rp 2,5 juta per meter yang kemudian menjadi acuan tuntutan warga.

Saat ini telah ditetapkan kawasan terdampak sesuai peta 22 Maret 2007. Bagaimana jika luberan lumpur terus meluas?

BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Red) -badan pengganti Timnas-
memang mendapat tugas yang berat. Yaitu, memperkuat tanggul penahan
lumpur. Kawasan yang terdampak langsung sesuai peta 22 Maret menjadi
tanggung jawab Lapindo. Kalau lumpur nanti merembet ke luar peta
tersebut, akan ditetapkan berdasarkan standar nasional.

Tanggul-tanggulnya kok sering jebol. Ada kendala memperkuat tanggul?

Kendala utamanya tentu saja dana. Dananya kan ditanggung APBN dan Lapindo. Sedangkan BPLS dibentuk ketika tahun anggaran sudah berjalan. Tetapi, nanti diusahakan tetap bisa diambilkan dari anggaran berjalan.

Berarti akan ada tanggul permanen?

Memang tidak mudah, karena kita berkejaran dengan luberan lumpur. Kalau kita membuat sebuah bendungan, kan airnya dihadang dulu. Setelah bendungan jadi, ditunggu hingga satu bulan sampai kuat baru air dialirkan. Kalau membuat tanggul, ini kan kita harus cepet-cepetan dengan lumpur.

Bagaimana dampak lumpur terhadap perekonomian di Sidoarjo?

Jelas ekonomi di Sidoarjo terpukul sangat signifikan. Ibaratnya, dulu
Sidoarjo itu gadis cantik yang dicari orang, sekarang menjadi seorang
wanita cacat. Apalagi ada berita-berita di media, maaf ya, yang
menyebutkan nanti subsiden (tanah amblas) hingga ke Waru.

Dampak terhadap sektor riil?

Properti sangat terpukul. Di Jatim ini ada 260 pengembang anggota REI (Realestat Indonesia) dan 160 di antaranya ada di Sidoarjo. Sebelum ada lumpur, ini menjadi primadona ekonomi. Tetapi, sekarang drop hingga 80 persen. Industri tas dan koper di Tanggulangin turun hingga 90 persen.

Ada kebijakan dari pemda sendiri untuk mengatasi situasi ini?

Kita sudah bicara dengan perbankan untuk bisa mendukung kembali UKM di
Sidoarjo. Mereka sudah oke, tetapi dalam praktik di lapangan mungkin
masih sulit.

Prioritas pembenahan untuk pemulihan ekonomi jangka pendek?

Membangun infrastruktur baru. Kami akan membangun jalan tembus Porong-Krian sepanjang 20-25 kilometer. Ini dibiayai Pemda Sidoarjo sendiri dan tahun ini dimulai. Tidak ada masalah karena jalur tersebut telah sesuai
rencana tata ruang. Juga telah sesuai rencana jalan tol baru yang
dibangun pemerintah pusat.

Sebagai kepala daerah sebetulnya kan tanggung jawab Anda tidak hanya soal lumpur?

Kalau sekarang 100 persen ngurusi lumpur. Setiap hari saya bertemu warga. Ada saja yang telepon atau SMS. Selalu saya jawab. Jawaban dari bupati
seperti itu, meskipun hanya SMS, bisa menenangkan.

Bagaimana mengelola emosi saat situasi seperti ini?

Sekarang saya lebih banyak habluminallah, saya serahkan kepada Yang Di Atas. Memang di periode kedua kepemimpinan saya, di mana saya dipilih
langsung oleh rakyat, saya ingin selalu berada di tengah mereka.
Bebannya lebih berat. Tetapi, saya tetap akan membantu warga selama
tuntutan mereka proporsional. (fan/ruk/tof)

sumber : jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sat 28 Apr 2007, 6:40 am

Lagi, BPLS Tak Mampu Hadirkan LAPINDO

Korban Lumpur Kembali Dapat Janji
SIDOARJO - Warga korban lumpur dari empat desa, Kedungbendo, Renokenongo, Siring, dan Jatirejo, kembali gagal mendapatkan kejelasan hak ganti rugi dari Lapindo. Hingga hari kedua mereka berdemo, belum ada perwakilan Lapindo yang muncul.
Meskipun Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan DPRD Sidoarjo terus menyampaikan undangan.

Warga korban lumpur hanya mendapatkan janji percepatan pencairan uang muka ganti rugi tanah dan bangunan. Meski demikian, warga dengan tertib
menghentikan aksi mereka sekitar pukul 15.30 kemarin.

Aksi warga korban lumpur berhenti setelah Deputi Sosial BPLS Sutjahjono Soejitno menyampaikan bahwa Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah yang juga wakil kepala Dewan Pengarah BPLS akan menggelar rapat di Jakarta untuk membicarakan tuntutan warga Rabu mendatang (2 Mei).

Rencananya, rapat tersebut melibatkan semua pihak yang terkait masalah semburan lumpur Lapindo. Misalnya, Badan Pelaksana BPLS, BPN (Badan Pertanahan Nasional) RI, dan PT Minarak Lapindo Jaya selaku korporasi yang
ditunjuk Lapindo untuk membayarkan ganti rugi.

"Rabu depan Mensos mewakili BPLS mengundang dua orang wakil dari masing-masing desa, didampingi lurah masing-masing," ujar Sutjahjono di hadapan ratusan warga yang berkumpul di depan gedung DPRD Sidoarjo. Rapat Rabu mendatang itu mengagendakan perumusan pola jual beli yang tepat sebagai bentuk realisasi pembayaran ganti rugi untuk tanah/bangunan yang belum besertifikat milik warga.

Dia mengharapkan rapat tersebut dapat menemukan solusi atas tuntutan warga. "Tapi, tentunya tidak dalam sakdek-saknyet (seketika selesai, Red). Ada suatu tahapan-tahapan. Tapi, paling tidak Rabu itu kita bisa mendapatkan sesuatu yang menuju apa yang kita harapkan bersama," tuturnya.

Mendengar pernyataan Sutjahjono, warga kecewa karena tidak menyinggung kepastian pembayaran uang muka ganti rugi. Tetapi, yang disampaik itu hanya janji lagi bahwa uang muka ganti rugi akan dibayar. Meski begitu, warga bersedia membubarkan diri dan menunggu hasil rapat pada Rabu mendatang.

Sebelum menyampaikan undangan Mensos, Sutjahjono menggelar pertemuan dengan wakil-wakil warga dari keempat desa korban lumpur di ruang tamu lantai II gedung DPRD Sidoarjo. Dalam pertemuan itu, hadir Ketua DPRD Sidoarjo Arly Fauzi, Wakil Ketua DPRD Jalaluddin Alham, dan Kapolres Sidoarjo AKBP Adnas.

Terjadi pembicaraan alot dalam forum tersebut. Namun, tak ada solusi. Sebab, PT Minarak yang diharapkan dapat memberikan jawaban tidak menunjukkan batang hidungnya.

Berkali-kali kontak ke pejabat Lapindo dari Sutjahjono dan Arly Fauzi tidak
direspons. Itu adalah ketidakhadiran kedua perwakilan Lapindo dalam
pertemuan dengan warga korban lumpur. Sutjahjono sempat menyatakan
angkat tangan sebelum datang undangan dari Mensos melalui ponsel.(sat)

sumber : jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sat 12 May 2007, 6:59 am

Bola Beton Gagal, Muncul Cerobong Baja

Teknik Baru Sumbat Semburan Lumpur
JAKARTA - Terus mengalami kegagalan tak membuat pemerintah jera mencoba berbagai teknik baru menyumbat semburan lumpur Lapindo. Setelah bola beton gagal total, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) akan menerapkan teknik counter weight.

Metode tersebut merupakan rekomendasi dari ahli teknik sipil Jepang, Okumura, yang merupakan presiden direktur Katahira Engineering International. Okumura pernah menerapkan teknik tersebut di Filipina dan berhasil. Meski kondisi semburan lumpur di Sidoarjo dan Filipina berbeda, teknik itu layak dicoba.

Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan pemaparan Okumura terkait dengan teknik counter weight tersebut di Kantor Presiden. Okumura memperkirakan teknik tersebut menelan biaya sekitar Rp 600 miliar. Biaya itu bisa bertambah atau berkurang, bergantung diameter yang akan dipakai untuk menerapkan teknik tersebut. "Itu estimasi awal. Kami masih harus berkonsultasi dengan tim ahli geologi," kata Okumura.

Selain Okumura, tim ahli yang diterima SBY adalah Junius Hutabarat (Departemen PU), Andy Siswanto, dan Deny Sutedja (Katahira). Selain itu, ikut hadir Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensos Bachtiar Chamsyah, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Ketua BPLS Sunarso, dan Geologis PT Lapindo Brantas Bambang Istadi.

Ketua Dewan Pengarah BPLS Djoko Kirmanto menambahkan, teknik counter weight merupakan teknik untuk menutup lubang lumpur dengan penimbunan. "Inti teknik itu, lumpur yang keluar di-counter weight. Jadi, desakan di sumur akan di-cover menggunakan double dam. Presiden tadi menyambut baik presentasi dia dan meminta teknologi sipil tersebut dibicarakan dulu dengan ahli-ahli di bidang geologi," kata Djoko.

Ahli teknik sipil dari Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Junius Hutabarat menjelaskan, teknik counter weight itu secara bertahap akan menciptakan keseimbangan di atas lubang semburan lumpur, sehingga akan menekan dan menghentikan semburan.

Hanya, Junius tidak bisa memastikan waktu yang dibutuhkan untuk menutup semburan lumpur menggunakan teknik tersebut. BPLS akan merumuskan lagi penerapan teknik itu dalam waktu seminggu. Setelah itu akan disampaikan kembali kepada presiden untuk diputuskan. (tom)


sumber : jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Tue 15 May 2007, 4:34 am

Lagi, 33 Praja IPDN Dijatuhi Sanksi

SUMEDANG - Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) benar-benar bobrok. Tak hanya kasus penganiayaan dan seks bebas, tapi juga ada praja yang terjerat kasus narkoba.

Kemarin kampus calon camat itu menjatuhkan sanksi kepada 33 praja karena terlibat berbagai kasus. Lima praja diberhentikan karena telah mengundurkan diri, tiga praja terlibat narkoba, dan sisanya melanggar disiplin dan berkelahi antarpraja. Untuk tiga praja yang terlibat narkoba, bentuk sanksinya ditetapkan setelah berkas pemeriksaan dari Polda Jabar dan Polres Sumedang diterima.

Apel luar biasa penjatuhan sanksi digelar di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, pukul 08.00. Namun, saat protokoler meminta ke-33 praja yang melanggar maju ke dekat mimbar, tidak ada satu pun yang mengindahkan panggilan tersebut. Baru setelah pengasuh dimintai bantuan, beberapa praja terlihat berjalan mendekati mimbar. Mereka berdiri menghadap ribuan praja lain yang berkumpul di Lapangan Parade.

Dari 33 praja yang dijatuhi sanksi, hanya 14 praja yang menghadiri apel luar biasa tersebut. Selain yang telah mundur dan terlibat narkoba, praja pelanggar disiplin dikenai sanksi penurunan pangkat dan tingkat.

Penjatuhan sanksi disiplin ditandai dengan pencabutan tanda pangkat 14 praja yang hadir oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor IPDN Johanis Kaloh. Pangkat mereka diganti dengan yang lebih rendah atau satu tingkat di bawahnya. Setiap praja juga menerima sebuah map kuning berisi surat keputusan (SK) penjatuhan sanksi. Saat sanksi itu diberikan, beberapa praja tampak tertunduk. Apalagi, sejumlah wartawan foto dan elektronik mengabadikan mereka.

Khusus lima praja yang diberhentikan dengan hormat karena mengundurkan diri, tetap diwajibkan mengembalikan atribut lembaga dan uang kuliah masing-masing dengan nilai beragam. Kelima praja itu adalah Imelda Devalina, Novela Margaritha, Yudi Rohimullah, Vera Amelia, dan Teuku Hendra Kusuma.

Dalam sambutannya, Johanis mengaku kecewa dengan masih banyaknya praja yang melanggar disiplin. Untuk itu, Johanis meminta seluruh praja betul-betul mematuhi aturan yang sudah digariskan. Sebab, kata dia, bukan tidak mungkin apel serupa kembali digelar jika praja terbukti melanggar disiplin.

"Saya bangga dengan praja yang mematuhi aturan. Tetapi, saya juga kecewa dengan masih banyaknya praja yang melanggar. Saya ingatkan sekali lagi, tunjukkan bahwa kalian praja. Ini peringatan terakhir. Jangan pernah kembali melakukan pelanggaran. Apel luar biasa seperti ini bukan tidak mungkin kembali digelar dalam waktu dekat," kata Johanis dengan nada tinggi.

Sementara itu, Ketua Komisi Disiplin (Komdis) IPDN Burhanuddin Dalil mengatakan tidak mengetahui alasan ketidakhadiran praja lain yang dijatuhi sanksi. Yang jelas, lanjut dia, lima praja yang diberhentikan dengan hormat memang sudah tidak ada di kampus. Praja lainnya, kata dia, absen tanpa alasan yang jelas.

"Bisa saja mereka sudah mengetahui akan ada upacara penjatuhan sanksi. Secara psikologis mereka tertekan, jadi tidak mau hadir dalam apel luar biasa ini," katanya.

Disinggung penjatuhan sanksi bagi tiga praja yang terlibat pemakaian narkoba, Burhanuddin mengaku akan dilakukan secepatnya dalam upacara serupa.

Sementara itu, siangnya 11 anggota DPD mengunjungi IPDN. Mereka bermaksud menyelidiki perkembangan kasus yang terjadi di IPDN, baik kekerasan maupun sistem pendidikan. Rombongan DPD dipimpin Ketua Panitia Ad Hoc III, Mochamad Surya. Rombongan itu diterima Johanis Kaloh dan sejumlah pejabat IPDN lainnya. Pertemuan berlangsung di aula rektorat IPDN.

Dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota DPD masih menanyakan seputar kekerasan di IPDN, termasuk jumlah 35 praja yang meninggal versi Inu Kencana. Selain itu, mereka meminta penghapusan tata tertib kehidupan praja yang terlalu kaku. (gie)


sumber: jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Wed 16 May 2007, 5:05 am

Agnes 8 Lagu, Boyz II Men 9

JAKARTA - Aksi panggung kelompok vokal asal Amerika Serikat, Boyz II Men, pada konser kedua mereka yang dihelat di Istora Senayan tadi malam benar-benar memuaskan para penggemarnya. Sembilan lagu ditampilkan grup dengan tiga anggota (Shawn Stockman, Wanya Morris, dan Nathan Morris) itu.

Tiga di antaranya diambil dari album terbaru mereka, The Remedy, yang dirilis Februari lalu di Amerika. Tiga lagu itu berjudul You Don’t Love Me, Perfect Love Song, dan Here I Come.

Sebelum membawakan lagu Here I Come, Shawn dan kawan-kawan sempat mengajak sekitar 1.500 penonton untuk bercanda. "Di mana para gadis? Aku lihat kalian sangat cantik dengan rambut panjang terurai, dan wangi badan kalian tercium sampai di sini," canda Shawn diikuti sorak dan tawa penonton.

"Saya tahu di sini ada yang datang berpasangan. Tapi, ada juga yang single dan mencari pasangan. Ini saatnya mendapatkan si dia. Ini saatnya dengan lagu ini," tambah Nathan.

Shawn mengaku kedatangannya ke Indonesia tiga tahun lalu sangat berkesan. Menurut dia, penonton yang datang saat itu sangat menakjubkan karena ikut bernyanyi bersama dan sangat menikmati pertunjukan. "Maka, ini sangat spesial. Asal tahu saja, kami baru datang dari Arab Saudi dan melakukan perjalanan yang lama dan melelahkan. Semua ini demi kalian," ungkap Shawn bermaksud memotivasi penonton.

Sebelum Boyz II Men, si cantik Agnes Monica terlebih dahulu unjuk gigi. Penyanyi yang juga pemain sinetron itu tampil energik membawakan delapan lagu andalannya.

Seperti halnya Boyz II Men, Agnes juga mencoba komunikatif dengan penonton. Beberapa kali dia mempersilakan penonton request lagu, menanyakan perasaan penonton, dan mengajak bersama-sama berteriak. "Ayo! Kita di sini sama-sama untuk menonton Boyz II Men," teriaknya.

Penonton sempat "menganggur" setengah jam setelah Agnes menyelesaikan pertunjukannya. Lampu panggung dimatikan dan hanya terlihat samar-samar beberapa orang men-setting kebutuhan Boyz II Men di atas panggung. Untung, para penonton yang sudah membayar tiket Rp 750 ribu (VIP), Rp 395 ribu (Festival), dan Rp 335 ribu (tribun) itu sangat sabar. (gen)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Thu 17 May 2007, 5:10 am

Menuju Surabaya Sparkling

SURABAYA - Nuansa sparkling (gemerlap) Surabaya menyambut perayaan ulang tahunnya ke-714 terus digeber. Lampu-lampu hias yang mulai menyala di mana-mana, membuat wajah kota ini tambah cantik bila malam hari.

Tidak hanya di jalan-jalan protokol yang didandani, fasilitas-fasilitas kota juga mulai gemerlap dengan cahaya lampu-lampu warna-warni. Salah satu yang sudah tampak sparkling adalah jembatan Jl Pemuda dan pintu air selatan Monkasel. Terlihat untaian lampu hias mengelilingi dua bangunan itu. Bila malam tiba, keindahannya terpancar hingga memantul di bayangan air Kali Mas yang melintas.

"Kami menginginkan perayaan tahun ini lebih meriah dan sparkling dibanding sebelumnya," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Tri Rismaharini kepada Jawa Pos kemarin.

Karena itu, pemkot tidak hanya sendirian untuk membuat Surabaya gemerlap. Instansi lain, pihak swasta dan masyarakat diajak serta. "Untuk beberapa pintu air seperti di Jl Pemuda, kami mengajak Jasa Tirta berpartisipasi," ujarnya.

Pemandangan yang sama juga dijumpai di kawasan Jembatan Merah serta Jembatan Wonokromo. Di ultahnya yang ke-714 pemkot memang mendesain wajah Surabaya segemerlap mungkin. Selain mendandani jembatan-jembatan dan faslitas publik lainnya, lampu-lampu taman di sepanjang jalan menuju pusat kota juga diperbanyak. Seperti, taman di Jl Raya Darmo, Jl Urip Sumoharjo, dan Jl Arjuno.

Pemkot juga mulai memoles kawasan yang menjadi pintu masuk ke Kota Surabaya, Misalnya, Bundaran Waru dan perbatasan Surabaya-Gresik. "Masih banyak pekerjaan yang harus kami tuntaskan. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kami khawatir tidak bisa menyelesaikan hingga puncak perayaan nanti," ujar pejabat asal Kediri ini.

Untuk mempercantik wajah kota tahun ini, DKP juga berupaya untuk kreatif. "Banyak lampu hias yang kami buat sendiri. Kami juga menggunakan lampu bekas. Yang terpenting efektif dan efisien," ujarnya. (ris)

Tanggul Jebol, Luberan Lumpur Semakin Luas

SIDOARJO - Kondisi pusat semburan dan sekitarnya semakin kritis. Sejumlah tanggul jebol dan overtopping terus terjadi. Salah satu di antara yang jebol itu adalah tanggul utama di utara pusat semburan. Meski berhasil diperbaiki, pagi kemarin tanggul cincin itu sempat jebol.

Kondisi di sekitar kanal ke saluran pembuangan (spillway) juga sangat mengkhawatirkan. Di beberapa titik, lumpur telah meluber melewati pembatas kanal yang dibangun layaknya tanggul. Aliran lumpur yang panas itu mengalir ke barat menuju kolam penampungan di Kelurahan Jatirejo.

Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo Sunarso mengatakan, kondisi selama ini terjadi karena dana yang tidak mencukupi dari Lapindo. "Bukan tidak ada, tapi sangat sedikit saja," ujarnya.

Dia berharap, nanti aliran dana untuk pembiayaan di pusat semburan dan pembuangan lumpur dari Lapindo lancar. Sebab, kata Sunarso, jika pusat semburan dan upaya mengalirkan lumpur lancar, BPLS akan lebih tenang bekerja. "Mandat dari Jakarta, agar luapan tak sampai meluas lagi, lebih mudah dicapai," kata purnawirawan jenderal berbintang dua itu.

Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR mulai merancang hak interpelasi yang rencananya diajukan dalam waktu dekat. Hal itu terkait dengan ketidaktegasan sikap presiden menyangkut seretnya dana dari Lapindo untuk penanganan bencana lumpur di Sidoarjo.

"Sudah lama kami (FKB, Red) ingin mengajukan interpelasi kepada presiden," kata anggota DPR dari FKB Ario Wijanarko kemarin. Menurut dia, selama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang tegas dalam menekan Lapindo Brantas untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam hal pembiayaan penanganan lumpur.

"Saya tidak tahu apakah ada deal-deal tertentu atau tidak dengan Bakrie. Tapi, yang jelas, banyak masyarakat yang akhirnya dirugikan," ujarnya. Seharusnya persoalan penanganan luapan lumpur di Sidoarjo tak akan berlarut-larut jika presiden berani menekan Lapindo agar segera menyelesaikan segala tanggung jawabnya.

Akibatnya, lanjut Ario, banyak penanganan luapan lumpur yang akhirnya menjadi tak maksimal, bahkan terbengkalai. Terutama penanganan di tanggul-tanggul sekitar pusat semburan dan sejumlah upaya mengalirkan lumpur ke Sungai Porong maupun laut.

"Terus terang, saya miris melihat kondisi di sini," kata anggota Komisi XI dari Dapil I Jatim (Surabaya-Sidoarjo) itu saat berada di sekitar lokasi luapan lumpur. Sejumlah tanggul, terutama sekitar pusat semburan, sudah sangat kritis.

Dia menyebutkan, kondisi tanggul yang seperti itu terjadi karena pasokan material pasir dan batu (sirtu) tidak lancar. Jumlah peralatan berat pun sangat kurang memadai. "Setelah melihat sendiri, juga dari laporan yang saya terima, persoalan utama adalah dana," ujarnya.

Para pemasok sirtu sedikit enggan mengirim karena pembayaran yang mereka terima tidak lancar. Ibaratnya, kata Ario, yang dibutuhkan 10 truk sirtu, tapi datang hanya tiga truk.

Padahal, sesuai Perpres No 14 Tahun 2007, segala pembiayaan di pusat semburan dan upaya membuang lumpur menjadi tanggung jawab Lapindo. "Tapi, kenyataannya, saat ini Lapindo malah seperti malas-malasan untuk membayar," tandasnya. (dyn)


sumber: jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Fri 18 May 2007, 6:13 am

Tembok Rapuh, Honda Jazz Terjun dari Lantai Tujuh

JAKARTA - Sebuah mobil Honda Jazz jatuh dari areal parkir di lantai tujuh pusat perbelanjaan ITC Permata Hijau, Jakarta, kemarin. Akibatnya, tiga penumpang mobil bertransmisi otomatis itu tewas di tempat kejadian. Diduga kuat, tragedi itu akibat kesalahan pengemudi dan kondisi tembok pembatas parkir yang rapuh.

Korban tewas adalah pasangan suami istri warga kompleks Taman Asri Cileduk, Tangerang, dan seorang anak mereka. Mereka adalah Topan Rusli, 45; Trisna Triyana, 43; dan Samuel, 12. Saat peristiwa itu, sang istri Trisna yang memegang kemudi.

Seorang saksi mata Tunggul Pangaribuan menceritakan, siang itu keluarga Topan Rusli baru pulang dari menghadiri kebaktian di Gereja Kemah Abraham yang berada di lantai 7 ITC Permata Hijau. Tunggul yang juga hadir dalam kebaktian itu mengatakan bertemu dengan keluarga Topan di areal parkir, sesaat sebelum kejadian. Dia juga sempat mengucapkan selamat jalan kepada mereka.

"Namun, tak lama kemudian, saya mendengar suara kencang dari lantai bawah. Ketika saya tengok, ternyata mobil keluarga Topan yang jatuh. Saya langsung shock," ujar Tunggul kepada wartawan.

Tunggul mengatakan, areal parkir di gedung ITC Permata Hijau sangat sempit dan berkelok. Dia menduga, Honda Jazz nahas itu melaju tak terkendali saat akan berbelok sehingga menabrak tembok pembatas parkir. Tembok pun jebol dan mobil terjun bebas. "Setahu saya, Trisna baru belajar mengendarai mobil," tambahnya.

Aladin Sirait, pengurus gereja yang lain, mengatakan bahwa selesai kebaktian, Topan dan Trisna pulang paling akhir. Alasannya, menunggu kondisi di areal parkir sepi. "Mungkin karena sepi, Trisna mau mengemudikan dari lantai tujuh. Namun, ternyata dia tidak bisa mengendalikan mobil," kata Aladin seraya meneteskan air mata.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Priyono mengatakan, dugaan sementara penyebab kecelakaan itu adalah kesalahan pengemudi. "Karena Trisna masih dalam tahap belajar, dia sempat kaget saat melajukan kendaraan dalam jalur yang sempit. Saat turun dari lantai tujuh itulah, diduga dia banting setir, menabrak tembok, dan akhirnya jatuh," ujar Priyono.

Menurut Priyono, sesaat setelah jatuh, Trisna masih bernapas. Namun, saat akan dievakuasi keluar dari mobil oleh beberapa satpam dan pengunjung ITC, Trisna mengembuskan napas terakhir, menyusul suami dan anaknya yang terlebih dahulu tewas. Ceceran darah terlihat di sela-sela mobil. Seluruh jenazah dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk diotopsi. Kemudian, rencananya, semua jenazah akan disemayamkan di rumah duka di RS Sumber Waras hari ini.

Konstruksi Rapuh

Keluarga Topan Rusli menyesalkan konstruksi bangunan di ITC Permata Hijau yang sangat rapuh. Dari pengamatan koran ini di TKP, tembok pembatas areal parkir hanya setinggi satu meter dan ketebalannya sekitar 20 cm. Di lokasi tembok yang jebol ditabrak Jazz milik Topan Rusli tak terlihat ada konstruksi beton (cor) pada tembok tersebut. Hanya batu bata yang ditata rapi.

"Tidak dicor, bagaimana mobil tidak jatuh. Andaikan konstruksi tembok itu ada besi betonnya, tentunya mobil akan tertahan dan tidak akan terjun bebas," ujar Rini, kerabat korban.

Kompol Priyono juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut lemahnya konstruksi bangunan. "Yah, saya melihat bahwa temboknya tidak ada besi beton, yang seharusnya membuat konstruksi bangunan lebih kuat. Saya akan mempelajari hal tersebut, termasuk mengenai adanya kelalaian pihak pengembang yang menyebabkan kematian seseorang," ujar Priyono.

General Advice ITC Permata Hijau Johny Lim menerangkan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan secara detail mengenai konstruksi bangunan. "Itu adalah wewenang developer," ujar Lim.

Namun, Lim berjanji akan membicarakan lebih lanjut mengenai uang santunan ataupun biaya kerugian lain yang harus dijalankan sebagai kewajiban pihaknya. "Yah, saya akan berbicara lagi dengan keluarga korban mengenai kewajiban yang akan kami lakukan," ucapnya.

Keluarga Terkejut

Kematian Tragis Topan Rusli beserta istri dan anaknya sama sekali tak terduga. Termasuk kedua mertua dan rekan laki-laki 45 tahun yang akrab dipanggil Afandi.

David, 48, sahabat Topan Rusli sesama anggota jemaat, juga mengatakan sempat berbicara sebelum kejadian. "Kami sama-sama habis kebaktian. Di pintu menuju parkir, dia sempat neriakin, ’Saya duluan, ya..,’ Eh, benar-benar duluan akhirnya," ungkap David di sela-sela mengantar jasad korban di ruang Pemulasaraan Jenazah RSCM sore kemarin. (dil/dni/wir/did/jpnn)
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Waspadai Laut Pasang Merata di Pantai Selatan

Post  .::UnknowN::. on Sat 19 May 2007, 10:46 am

Waspadai Laut Pasang Merata di Pantai Selatan

SUKABUMI - Sejumlah pantai di Samudera Hindia yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia kemarin mengalami pasang mengkhawatirkan. Peristiwa itu ditandai ombak besar dengan ketinggian mencapai 3-5 meter.

Itu terjadi di Aceh, Padang (Sumatera Barat), Banten, Sukabumi (Jawa Barat), Bali, dan Tegal. Juga beberapa pantai di Jawa Timur, antara lain, Jember, Malang, Tulungagung, dan Pacitan.

Di antara sejumlah kawasan itu, yang terjadi di Sukabumi termasuk parah. Persisnya di Pelabuhan Ratu. Gelombang setinggi 5-7 meter menyapu bibir pantai dan naik hingga satu meter ke areal perumahan warga.

Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, terjangan gelombang pasang tersebut menghancurkan sedikitnya 80 rumah yang ada di sekitar Pelabuhan Ratu.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, gelombang pasang tersebut sebetulnya sudah terjadi sejak Rabu (16/5) lalu. Namun ketinggian dan keganasan ombak Samudera Hindia itu mencapai puncak kemarin pagi, pukul 06.00-07.00 WIB. Munculnya begitu tiba-tiba disertai angin kencang sehingga warga yang tinggal dekat pantai ketakutan.

Kondisi itu juga diperparah dengan jarak rumah warga dengan bibir pantai yang hanya 50 meter. Karena kondisi yang berbahaya itu, Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Bencana Alam Kabupaten Sukabumi menempatkannya pada level Siaga I.

"Air laut tiba-tiba masuk ke rumah. Saya yang masih tidur nggak nyangka ketika air itu bisa masuk dengan kencang ke dalam rumah," ungkap Nurdin, 31, warga Kampung Cipatuguran, Kelurahan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Pelabuhan Ratu, kemarin.

Peristiwa itu membuat sejumlah warga mengungsi. Warga dari dua kampung, Cipatuguran dan Rawakalong, mengisi bangsal dan beberapa ruangan di gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Jalan Siliwangi, Pelabuhan Ratu.

Hingga kemarin sore, petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan petugas Pemkab Sukabumi masih memusatkan koordinasi antarlembaga di gedung Setda. Dua tenda berukuran besar milik Polres Sukabumi dipasang tepat di tengah alun-alun Pelabuhan Ratu.

Wakil Ketua Pelaksana Harian Satkorlak Bencana Alam Kabupaten Sukabumi Nana Sukarna mengatakan, pihaknya terus mewaspadai munculnya gelombang pasang tersebut. Termasuk mempersiapkan sistem evakuasi bagi korban jika gelombang pasang terus berlanjut. "Ini gelombang pasang besar yang pernah muncul di Kabupaten Sukabumi. Makanya, kami siaga terus," paparnya

Hal yang sama terjadi di pantai selatan Kabupaten Garut. Ketinggian gelombang mencapai 5 meter. Akibat peristiwa itu, 3 kapal rusak berat, 3 kapal dinyatakan belum kembali, serta 112 rumah dan warung rusak diterjang arus.

Menurut Camat Caringin Drs Santoso Sudarsono yang merangkap ketua Satkorlak Kecamatan Caringin, ombak tinggi terjadi mulai pukul 23.00 Kamis lalu. "Air laut terus naik hingga ketinggian 5 meter," ujar Santoso.

Terjang Lima Desa di Aceh

Gelombang pasang menerjang lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, kemarin pagi. Akibatnya, ratusan penduduk di kawasan itu diliputi kekhawatiran dan memilih mengungsi ke tempat lain.

"Sampai malam ini (tadi malam), warga belum berani tidur di rumah. Mereka masih takut dan sebagian terpaksa menumpang di rumah saudara," kata Camat Tapaktuan, Erwiandi, yang dihubungi Rakyat Aceh (Grup Jawa Pos) tadi malam.

Terkait penanganan para pengungsi, Erwiandi menyatakan sudah meminta bantuan Sekda yang diteruskan kepada satkorlak dan Dinas Sosial. Namun, hingga kini, bantuan berupa kebutuhan dasar belum ada.

"Tapi, kami sudah berusaha menjelaskan kondisi warga saat ini. Begitu juga bantuan masa tanggap darurat, Dinas Sosial menyatakan akan menyalurkan beras," jelasnya. Dia menambahkan, akibat gelombang pasang tersebut, aktivitas warga terhenti.

Lima desa diterjang gelombang pasang itu. Yakni, Desa Lhok Rukam, Batu Itam, Air Berudang, Gunung Kerambil, dan Lhok Keutapang. Gelombang pasang juga menerjang Kelurahan Pasar. Di antara lima desa yang dihantam gelombang pasang tersebut, dua tergolong parah.

Di Pacitan, Ombak 5 Meter

Sejumlah kawasan pantai di Kabupaten Pacitan mengalami hal sama. Di antara kawasan pantai yang rusak, Pantai Wawaran, Kecamatan Kebonagung, terbilang paling parah.

Di sana, ombak yang mencapai ketinggian sekitar lima meter tersebut membuat ratusan nelayan lari ketakutan. Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan mencari tempat aman.

Menurut keterangan para nelayan, gelombang pasang tersebut mulai melanda Pantai Wawaran sekitar pukul 08.00 kemarin. Pada saat itu, sebagian nelayan sudah melaut dan sebagian lagi akan berangkat melaut.

Tiba-tiba muncul ombak besar. Padahal, sebelumnya tidak ada tanda-tanda, seperti gempa. Karena itu, para nelayan serta warga setempat dibuat kalang kabut.

"Ombak pasang datang tiba-tiba. Kami langsung berlarian menyelamatkan diri," kata Nasikin, ketua Kelompok Nelayan Mina Upadi, Wawaran.

Wisatawan di Jogja Panik

Di kawasan Jogja, ombak mengamuk di sejumlah pantai, mulai Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo, Purworejo, hingga Kebumen.

Akibat gelombang besar di pesisir Samudera Hindia tersebut, dilaporkan ratusan rumah warga dan warung-warung di daerah wisata pantai rusak parah. Tidak hanya itu, puluhan kapal dan jala milik para nelayan juga dilaporkan rusak. Ratusan nelayan kini tidak berani melaut.

Di pantai wilayah Bantul, gelombang besar terjadi pagi hingga tengah hari. Puncaknya, ombak tujuh meter membuat panik warga sekitar Pantai Parangtritis, Samas, dan Pandansimo. Wisatawan yang memanfaatkan liburan panjang berlarian menyelamatkan diri.

Di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, bangunan tempat pelelangan ikan (TPI) dan belasan rumah nelayan rusak berat. Air masuk ke daratan sekitar 25 meter, menghantam bangunan-bangunan dan mengakibatkan sebagian roboh.

Ketua Nelayan Pandansimo Tumijan menjelaskan, 13 kapal nelayan rusak. Belum lagi, peralatan tangkap ikan, seperti jaring, ikut rusak terbawa arus. "Ya, kerugian bisa ratusan juta rupiah. Belum termasuk para nelayan yang kini menganggur karena tidak melaut," katanya.

Warga yang mendiami kawasan itu memilih pindah sementara ke lokasi aman, menjauh dari bibir pantai. Sambil menggunakan kendaraan berupa truk, mobil, motor, maupun gerobak, mereka memindahkan barang-barang berharga.

Camat Srandakan Abani menjelaskan, warga di sepanjang kawasan pantai sudah dievakuasi. Warga asli yang kebanyakan berasal dari Desa Poncosari untuk sementara dipindahkan ke pendapa dekat pintu masuk pantai. Warga pendatang diminta kembali ke rumah saudaranya.

Di wilayah Kebumen, gelombang ombak dilaporkan mencapai tujuh meter. Akibatnya, ratusan kapal nelayan di sejumlah pantai rusak parah. Camat Ayah, Kebumen, Tugiyono, di TPI Pasir mengungkapkan, gelombang ombak besar itu terjadi pukul 06.00-08.00. "Kami panik sekali," kata Tugiyono.

Beberapa Versi Penyebab Pasang

Apa yang menyebabkan fenomena alam di Pantai Selatan itu? Ada beberapa versi untuk menjelaskan hal tersebut. Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) DI Jogja Tiar Prasetyo, gelombang tinggi yang terjadi kemarin pagi di sepanjang Pantai Selatan Jawa disebabkan adanya perbedaan tekanan udara antara tekanan tinggi di bagian barat Australia dan tekanan rendah di bagian selatan Lampung.

Perbedaan tekanan udara itu menyebabkan bertiupnya angin kencang dari arah tenggara Australia menuju barat. Kecepatan itu cukup kencang, mencapai 30 knot. Kencangnya angin menyebabkan gelombang tinggi di sepanjang Pantai Jawa.

"Terjadilah gelombang tinggi di Pantai Selatan seperti pagi tadi (kemarin, Red) dan sebagian pantai barat Sumatera. Di Pantai Jember, Jatim, juga terjadi gelombang tinggi," jelasnya.

Gelombang itu, kata Tiar, masih berpeluang terjadi hingga dua hari ke depan. Tingginya gelombang tersebut sangat berisiko untuk nelayan. Karena itu, diharapkan para nelayan menghentikan aktivitas melaut dulu karena keselamatan mereka bisa terancam. "Gelombang empat meter bisa membalikkan kapal nelayan," tegasnya.

Masyarakat yang ingin menghabiskan masa liburan sementara jangan memilih pantai. Masih cukup riskan karena tingginya gelombang air laut tidak bisa diprediksi dan datang tiba-tiba.

Meski biasanya terjadi pada pagi, sangat mungkin bisa terjadi pada malam. "Gelombang tinggi itu biasa terjadi ketika musim transisi dari penghujan ke musim kemarau," ungkapnya.

Versi lain mengenai penyebab gelombang pasang itu juga disampaikan Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Ahmad Zakir. Menurut dia, berdasar teori, gelombang air yang tinggi tersebut berhubungan dengan kecepatan angin yang kencang.

"Embusan angin itu juga ada pemicunya. Bisa karena tekanan daerah rendah atau karena ada badai tropis yang terjadi di Indonesia," jelasnya.

Hal itu, kata dia, sering terjadi terutama saat musim hujan. "Penyebabnya adalah pengaruh angin barat," ujarnya.

Ahmad menjelaskan, gelombang pasang yang terjadi disebabkan adanya pengaruh penumpukan atau akumulasi angin ke suatu tempat. Namun, hal itu jarang terjadi di perairan Indonesia. Demikian pula dengan gelombang pasang yang terjadi di beberapa daerah kemarin. Menurut dia, itu belum menunjukkan indikasi dan gejala akibat penumpukan tersebut. "Yang sekarang ini tidak terlihat indikasi dan gejalanya," ungkapnya.

Dia menyatakan, gelombang pasang yang terjadi di perairan di sekitar wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) disebabkan adanya pengaruh angin kencang. Yang terjadi di Lampung hingga Jawa Tengah disebabkan akumulasi angin. Diperkirakan, dalam waktu dua hingga tiga hari, gelombang akibat akumulasi tersebut kembali normal.

Ahmad menambahkan, gelombang cenderung terjadi ke arah pantai. Kondisi seperti itu masih aman untuk pelayaran kapal besar yang jauh dari pantai. Namun, kondisi tersebut berbahaya untuk pelayaran rakyat seperti kapal nelayan yang biasanya melaut dekat pantai. (fal/veg/lin/din/tad/ufi/her/wit/ans/ugi/veg/jpnn)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 20 May 2007, 12:57 pm

Lapindo Mulai Kurangi Kontrak Alat Berat

Dampak Pembatasan Tanggung Jawab
SIDOARJO - Sejak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terbentuk 11 April, upaya penanggulangan luberan lumpur Lapindo terasa lambat. Salah satu penyebab kondisi tersebut adalah pembagian kewenangan tanggung jawab antara Lapindo dan BPLS yang tak seimbang.

Humas BPLS Ahmad Zulkarnaen mengungkapkan, dalam pasal 15 ayat (1) Perpres Nomor 14 disebutkan bahwa Lapindo hanya bertanggung jawab membiayai penanggulangan semburan lumpur dan menyediakan pembiayaan pembangunan tanggul dari pusat semburan sampai ke Kali Porong.

Sedangkan pembiayaan atas upaya penanganan masalah infrastruktur, termasuk infrastruktur untuk penanggulangan luberan lumpur, dibebankan kepada APBN dan sumber dana lainnya yang sah. "Itu berarti, tanggung jawab Lapindo cuma dari tanggul cincin sampai ke spillway. Di luar itu adalah beban pemerintah yang dilaksanakan BPLS," jelas alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia jurusan lingkungan tersebut.

Karena tanggung jawabnya dibatasi hanya dari tanggul cincin yang mengitari pusat semburan sampai ke spillway yang mengarah ke Kali Porong, maka sejak terbentuknya BPLS, Lapindo mulai mengurangi kontrak-kontraknya dengan pemasok barang, jasa, maupun alat berat.

"Hal itulah yang kemudian menyebabkan upaya penanggulangan luberan lumpur Lapindo di luar tanggul cincin spillway menjadi lamban. Misalnya saja, waktu kami butuh sirtu dan alat berat untuk menanggulangi luberan lumpur ke Raya Porong jadi sulit," beber Zulkarnaen.

Repotnya lagi, realisasi upaya penanggulangan yang menjadi tanggung jawab BPLS juga terbentur alur birokrasi. Karena dibiayai melalui APBN, maka prosedur pelaksanaannya harus melalui tender. Karena itu, realisasinya pun lambat.(sat)

sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Mon 21 May 2007, 11:40 am

Ikan Purba di Pantai Manado

MANADO - Perkampungan nelayan di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (19/5) pagi, dikejutkan oleh tangkapan salah satu ikan terlangka di dunia, ikan purba. Jenis ikan yang menurut kalangan ilmuwan biota lain disebut-sebut hidup sejak 400 juta tahun lampau tersebut ditemukan Justinus Lahama dan anaknya, Delvi Lahama, nelayan warga kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang.

Ikan yang memiliki nama Latin Coelacanth Latimeria Menadoensis, namun oleh nelayan setempat disebut raja laut itu, memiliki panjang 130 cm dengan bobot 50 kilogram.

Lahama menceritakan, Sabtu pagi itu, dirinya dan anaknya bermaksud melaut mencari ikan untuk makan. Ternyata, ketika baru sekitar lima menit menenggelamkan umpan ikan malalugis di kedalaman sekitar 70 meter, tiba-tiba dia merasakan senarnya bergetar sangat kencang dan terasa berat. "Semula saya menduga, yang makan umpan pancing saya adalah ikan goropa atau ikan jenis karang lainnya," ujarnya kepada Manado Post (Grup Jawa Pos) kemarin.

Tapi, dia terkejut ketika meneliti lebih lanjut. Ikan pertama yang dia tangkap pagi itu berbeda dari ikan umumnya. "Ikan itu memiliki sepasang sirip yang mirip tangan kecil dan berkelamin wanita. Sungguh mati, so lama kita pigi melaut, baru sekarang dapa ikan model bagini," ujar Lahama yang di desanya dikenal sebagai aktivis jemaat GMIM Imanuel Bahu tersebut.

Dia menceritakan, ketika diletakkan di atas perahu, ikan cokelat dan berbintik-bintik putih tersebut langsung meronta dan mengobrak-abrik isi perahu. Akibatnya, sejumlah barang di atas perahu terlempar ke luar. Bahkan, dayung perahu pun patah.

Dengan susah payah dia membawa ikan tersebut menuju rumah dan diletakkan dalam sumur dengan maksud hendak dijual. Namun, atas saran warga sekitar, dia tak jadi menjualnya. Didorong perasaan iba, akhirnya dia membawa kembali ikan temuannya tersebut ke pinggir Pantai Bahu di dekat kawasan Bahu Mall.

Meski diletakkan dalam air laut, ikan itu diikat kuat-kuat, sehingga tidak lepas. Kabar penemuan ikan itu, tampaknya, tersebar cepat. Warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi dan berusaha melihat langsung ikan tersebut. Mereka menyewa perahu khusus dan melihat gerakan ikan sedang berenang.

Bukan hanya warga sekitar yang menyempatkan diri melihat. Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI Freddy Numberi bersama rombongan ikut mendatangi lokasi dan berbicara langsung dengan penemu. Sayangnya, ikan purba tersebut mati sekitar pukul 01.00, Minggu.

Menurut staf peneliti biologi laut Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado DR Ir Lucky Lumingas, ikan hasil tangkapan Lahama memang termasuk jenis ikan purba coelacanth latemeria. "Namun belum diketahui, apakah dari spesies menadoensis atau bukan. Ini masih akan kami teliti. Tetapi, sangat mungkin menadoensis dengan memperhatikan ciri-cirinya. " jelas Lumingas yang dibenarkan ahli biologi lainnya, DR Ir Grevo Gerung.

"Ini luar biasa karena biasanya ikan ini hanya bertahan dua jam di permukaan air, tetapi ternyata ia bisa hidup sampai sekitar 17 jam. Jenis ini hanya hidup di kedalaman laut yang dingin dengan temperatur maksimal 16 derajat, kira-kira di kedalaman minimal 60 meter. Selain itu, perubahan suhu mengakibatkan ia tak bertahan lama," tambah Prof Alex Masengi, dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unsrat Manado, yang juga melihat langsung dari dekat ikan itu.

Berdasar catatan berbagai sumber ilmiah, ikan purba tergolong dalam ordo coelacanthiformes. Fosilnya pertama muncul di bumi pada zaman Devonian (sekitar 400 juta tahun lalu). Ikan purba hidup pertama "ditangkap" pada 23 Desember 1938. Saat itu, Kapten Hendrick Goosen mendapatkannya dari Laut India, tak jauh dari mulut Sungai Chalumna. Oleh Marjorie Courtenay-Latimer, seorang kurator museum di East London, Afrika Selatan, ikan tersebut diserahkan kepada ahli ikan dari Universitas Rhodes, Prof J.L.B. Smith. Untuk menghormati jasa Latimer dan Smith, ikan purba itu kemudian diberi nama latimeria chalumnae smith.

Pencarian lokasi tempat tinggal ikan purba itu selama belasan tahun mendapati perairan Kepulauan Komoro, sebelah barat Madagaskar, Afrika, sebagai habitatnya. Di situlah beberapa ratus individu diperkirakan hidup pada kedalaman laut lebih dari 150 m. Di luar kepulauan itu, hingga 1990-an, beberapa individu juga tertangkap di Perairan Mozambique, Madagaskar, dan Afrika Selatan. Namun, semuanya masih dianggap sebagai bagian dari populasi yang kurang lebih sama dengan yang ada di Kepulauan Komoro.

Pada 1998 atau 60 tahun sejak temuan pertama, seekor ikan coelacanth tertangkap jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan itu sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui dunia ilmu pengetahuan. Ikan yang oleh nelayan disebut "raja laut" itu kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Edmann. Bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI, Mark menerbitkan temuannya di majalah ilmiah Nature pada 1998.

Awalnya, para ilmuwan mengira coelacanth yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara itu sejenis dengan coelacanth (latimeria chalumnae smith) yang terdapat di Kepulauan Komoro. Namun belakangan, berdasar analisis DNA-mitokondria dan isolasi populasi, meski masih satu ordo, kedua ikan itu berbeda. Beberapa peneliti Indonesia dan Prancis kemudian mengusulkan ikan "raja laut" asal Manado itu sebagai spesies baru dengan nama ilmiah latimeria menadoensis. Spesimennya kini tersimpan di Museum Zoologi, Puslit Biologi LIPI Cibinong. (ces/yew/berbagai sumber)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Tue 22 May 2007, 8:18 am

Reformasi, Adili Soeharto

JAKARTA - Aksi mahasiswa yang terjadi di sejumlah titik di ibu kota untuk memperingati sembilan tahun reformasi kemarin merujuk pada satu tuntutan: Adili Soeharto! Sejumlah spanduk yang menyuarakan tuntutan tersebut dibeber ratusan mahasiswa dari berbagai macam elemen yang tersebar di beberapa kawasan, dari Istana Negara hingga bundaran HI.

Semula, para mahasiswa itu berencana menyuarakan tuntutan mereka ke Jl Cendana, rumah mantan Presiden Soeharto. Tapi, rencana tersebut dibatalkan.

"Kita batal (ke Cendana) karena ada info, jika kami ke sana, akan rawan terjadi bentrok. Sebab, ada massa yang asalnya tidak jelas," kata seorang aktivis.

Kondisi Cendana, berdasar pantauan Jawa Pos kemarin, relatif sepi meski ada beberapa patroli polisi bermobil di sana.

Aksi turun ke jalan para mahasiswa kemarin berlangsung relatif tertib dan terkendali. Meski demikian, petugas mengamankan sedikitnya tujuh orang.

Mereka yang diamankan polisi itu berasal dari dua kelompok massa. Yang pertama berasal dari gabungan Forum Kota, Front Nasional, dan KGJ-STTJ. Meski hanya sekitar 50 orang, kelompok massa itu terlihat paling nekat. Mereka bahkan sempat beradu fisik dengan polisi yang mengawal mereka.

Itu terjadi ketika polisi hendak menyita poster bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dicorat-coret dan dipasang berdampingan dengan foto mantan Presiden Soeharto.

"Kami membawa mereka ke kantor karena mereka terlihat hendak memprovokasi kawan-kawannya yang lain dan melawan petugas," kata Kapolrestro Jakarta Pusat Kombespol Heru Winarko.

Mahasiswa yang dibawa polisi itu, antara lain, Rizky, Jhonday (Bay Harkat Firdaus), Ubai, Irsyad, dan Niam. Hingga kemarin sore, mereka masih diperiksa. Jhonday pernah divonis kurungan penjara lima bulan dua hari karena membakar poster SBY ketika berunjuk rasa menentang kenaikan harga BBM 20 Desember 2004. "Iya Bang, kini kena lagi," kata Aryo Yudhistira, juru bicara aksi Forkot.

Selain kelompok di atas, mereka yang turun ke jalan itu adalah massa dari Kammi Pusat, Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia, GMS Unas, FIS, HAMAS, FAM UI, dan FSM Jayabaya. Ada juga LMND, GMP, UPN Bata Merah, KAM Laksi, dan Sema FISIP UNAS.

Di tempat terpisah, unjuk rasa mahasiswa menuntut pengadilan terhadap Soeharto juga terjadi di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak kejaksaan agar serius mengusut berbagai kasus korupsi di era Orde Baru, termasuk kasus korupsi tujuh yayasan Soeharto dan kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Massa HMI mengatasnamakan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKB HMI). Dalam pernyataannya, koordinator aksi Hendrik Kasienjer mengatakan, sembilan tahun reformasi, pemerintah belum serius menegakkan hukum terhadap kasus korupsi. "Selama ini penanganannya belum membuahkan hasil maksimal," kata Hendrik.

Menurut dia, selain kasus Soeharto, mereka menyoroti penanganan kasus BLBI. Mereka menuduh pemerintah terkesan tarik ulur untuk menindak tegas para pelaku kasus BLBI, bahkan memberi kesempatan bersembunyi ke luar negeri.


Adili Soeharto, Tidak Ada Harapan

Anggota Komisi III DPR (membidangi hukum) Benny K. Harman mengakui, tidak ada harapan untuk mengusut lagi kasus korupsi Soeharto. Buktinya, penanganan selama sembilan tahun ternyata tidak membuahkan hasil. Bahkan, sebaliknya, kejaksaan memilih menghentikan penuntutan daripada terus melimpahkan berkasnya ke pengadilan. "Saya bosan kalau ditanya kasus Soeharto. No hope (tidak ada harapan)-lah," kata Benny saat dihubungi koran ini tadi malam.

Benny mengatakan, dengan penerbitan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) kasus Soeharto, bukan berarti kejaksaan menutup kasus tersebut. "Jaksa Agung masih punya otoritas untuk membuka lagi," jelasnya. Sebab, dalam KUHAP, kasus yang SKPP-nya telah dikeluarkan tetap dapat dibuka. Syaratnya, antara lain, terdakwa dinyatakan sehat.

Tapi, kejaksaan terkesan mengabaikan persyaratan tersebut. Sebab, lanjut Benny, kejaksaan tidak pernah memeriksa secara rutin kondisi Soeharto. "Seharusnya, setiap tiga bulan, kejaksaan memeriksa Soeharto, apakah masih sakit atau justru sudah sehat," jelas anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Donny Ardyanto, manajer advokasi Imparsial, menambahkan, Jaksa Agung Hendarman Supandji seharusnya mengabaikan pesan Abdul Rahman Saleh, jaksa agung terdahulu, terkait status SKPP kasus Soeharto. "Hendarman seharusnya tetap menuntaskan kasus Soeharto. Dia punya modal kuat berupa keberanian dan kedekatannya dengan orang-orang (dalam) kejaksaan," jelas Donny dalam jumpa pers. Dia menegaskan, kasus Soeharto harus dilanjutkan ke pengadilan, apa pun putusan hakim kelak.

Saat serah terima jabatan (sertijab) beberapa waktu lalu, Arman -sapaan Abdul Rahman Saleh- berpesan kepada Hendarman soal SKPP kasus Soeharto. Dia meminta Hendarman tidak mengubah kebijakan penerbitan SKPP kasus Soeharto. Pertimbangannya, Soeharto tidak mungkin dihadirkan dalam sidang jika mengingat kondisi kesehatannya. (naz/agm)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Wed 23 May 2007, 9:15 am

Empat Perairan Risiko Gelombang Tinggi

Prakiraan BMG
JAKARTA - Meskipun gelombang pasang mulai surut, para nelayan diminta tetap waspada. Terutama mereka yang melaut di pesisir pantai selatan Jawa, Selat Bali, sebagian Selat Sunda, dan pesisir barat Sumatera.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan gelombang laut di perairan tersebut masih tinggi dan berisiko mengempaskan kapal. "Ketinggian gelombang sekitar tiga sampai empat meter," ujar Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sri Woro B. Harijono kepada wartawan di Kantor Menkokesra, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, kemarin.

Woro menyebutkan, perairan di selatan Jawa Timur termasuk yang berisiko tinggi, khususnya di perairan Trenggalek, Pacitan, Jember, dan Banyuwangi. "Kalau dilihat dari peta koordinat yang dipetakan melalui satelit dan foto udara, gelombang besar dari samudera barat Australia bergerak ke barat laut," katanya.

Itu berarti gelombang mengarah ke pesisir selatan Jawa Timur. Akibatnya, arus laut menderas dan ombak meninggi. Menurut Woro, itu sangat berbahaya bagi kapal-kapal kecil yang mayoritas dimiliki para nelayan tradisional.

Selain pergerakan gelombang, posisi simetris matahari, bulan, dan bumi menjadi penyebab. "Air pasang semakin tinggi bila posisi bulan dan matahari segaris serta jarak dari bumi pada posisi terdekat," ujar Woro.

Menurut Woro, alur gelombang itu berawal dari Padang, kemudian turun mengarah ke Bengkulu, pantai selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. "Dari Bali, ada yang naik ke Selat Makassar, selain ke Selat Jawa," katanya.

Di bagian lain, BMG juga memperkirakan kemarau disertai hujan atau kemarau basah terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2007. "Musim kemarau ini hujan dengan intensitas yang bervariasi di tiap daerah," tuturnya.

Dia mengatakan, hal itu merupakan dampak La Nina. Yakni, keadaan tekanan atmosfer permukaan di kawasan khatulistiwa Pasifik Barat menurun sehingga mengakibatkan pembentukan awan yang lebih dan hujan lebat.

"El Nino diperkirakan tidak ada, tapi ada pengaruh La Nina. Kondisi ini menyebabkan anomali suhu yang cukup tinggi, yakni sampai satu derajat. Akibatnya, ada sirkulasi yang membawa air dari kawasan Pasifik Tengah ke Pasifik Barat, termasuk Indonesia yang sedang kemarau," jelasnya.

Menurut dia, dampak La Nina terhadap intensitas curah hujan dan kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Indonesia sangat bervariasi, sesuai dengan kondisi spesifik setiap daerah. "BMG membagi wilayah Indonesia menjadi 299 daerah prakiraan musim. Pola setiap daerah berbeda," jelas Woro. (rdl)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Thu 24 May 2007, 5:23 pm

Sumbat Lumpur dengan Masukkan Batu Hitam

MALANG - Satu lagi ide untuk menyumbat semburan lumpur Lapindo. Yakni, menggunakan insersi ascending size atau menaikkan skala bongkahan batuan beku.

Ide yang mirip insersi bola beton itu dikemukakan tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.

Tim yang beranggota tujuh dosen tersebut membeberkan idenya di Gedung Rektorat Unibraw kemarin. Salah satu anggota tim, Dr M. Nurhuda, menjelaskan, ide tersebut terilhami kurang suksesnya -atau kegagalan- metode insersi untaian bola beton. Selain itu, dipicu sinyal bakal diterimanya proposal counter weight dari Takashi Okumura, direktur Katahira Engineering, Jepang.

Dalam proposal Takashi itu disebutkan, setidaknya pemerintah membutuhkan dana Rp 600 miliar. "Kalau masih ada yang murah, kenapa tidak dicoba? Ide ini misalnya, bahan baku batuan beku, selain mudah didapat, harganya murah," katanya.

Batuan beku atau yang selama ini lebih dikenal sebagai batu hitam tersebut merupakan batuan yang terbentuk dari lava membeku.

Batuan itu, jelas Nurhuda, punya pori-pori sangat rapat, bersifat keras tapi elastis, dan tahan terhadap zat-zat korosif. Dengan begitu, sangat mungkin batuan tersebut tidak meleleh atau hancur ketika dimasukkan dalam lubang semburan. "Batuan beku itu bisa dijumpai di sepanjang kawasan Mojokerto. Di sana, selain sangat banyak penambang sirtu (pasir dan batu, Red), potensi alamnya padat dengan batuan beku," jelas peneliti dan dosen fisika FMIPA tersebut.

Hanya, tidak sembarang batuan bisa digunakan menyumbat lumpur. Tapi, harus dipilih bongkahan atau pecahan yang berbentuk geometris. Bentuk itu akan memberikan efek turbulensi dan gesekan lebih besar terhadap aliran lumpur.

Sementara itu, massa batuan yang besar memastikan bahwa batuan tersebut akan tetap tenggelam, meski mendapat tekanan besar dari lumpur. Selain itu, batuan beku lebih mudah tersangkut dinding lubang semburan daripada bola beton. "Itu lebih efektif dibandingkan menggelindingkan bola beton. Bahkan, eksekusi dengan metode tersebut bisa segera dilakukan karena bahannya mudah didapatkan dan murah," ujarnya.

Bagaimana dengan kemungkinan terjadinya blow out? Menurut Nurhuda, penyumbatan dengan batuan beku sembarang bentuk itu akan menyisakan ruang yang memungkinkan lumpur masih mengalir. "Nah, dengan adanya celah-celah itu, sangat kecil kemungkinan terjadinya blow out," tegasnya.

Problem utama metode tersebut adalah tidak adanya informasi luas lubang semburan. Akibatnya, sangat sulit menentukan berapa seharusnya ukuran batuan yang dimasukkan.

Namun, tidak berarti hal itu tak bisa diatasi. Tim mitigasi Unibraw telah merancang teknis insersi.

Ahli geofisis (sifat-sifat bumi) Adi Sisilop PhD yang juga bergabung dalam tim tersebut menyatakan, teknis insersi batuan beku itu akan dilakukan menggunakan metode ascending size atau skala menaik.

Insersi awal bisa dilakukan dengan bongkahan berukuran 40 cm. Pilihan itu didasarkan pada fakta bahwa bola beton dengan diameter yang sama, ketika dimasukkan dalam pusat semburan, meluncur terus ke bawah tanpa hambatan. "Jika benar, luas lubang semburan setidaknya berdiameter lebih besar dari 40 cm," katanya.

Secara perlahan, ukuran bongkahan dinaikkan sambil tetap mengamati apakah terjadi penurunan debit semburan atau tidak. Jika tidak terjadi penurunan, berarti batuan yang dimasukkan hilang dan masuk ke bawah lumpur.

Tapi, jika terjadi penurunan, berarti bongkahan batuan tersangkut dalam lubang semburan. "Ketika tahap awal selesai, bisa dilakukan insersi tahap kedua dengan ukuran diameter 50 cm, tahap ketiga berdiameter 60 cm, dan seterusnya. Kemungkinan ukuran bongkahan batuan tersebut bisa mencapai satu meter," jelas Kaprodi Fisika FMIPA Unibraw itu. (nen/jpnn)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Fri 25 May 2007, 7:14 am

Crane Satu Ton Ambruk di Pusat Bisnis

JAKARTA - Proyek pembangunan gedung Pacific Place di kawasan Sudirman Center Business District (SCBD) menelan korban. Seorang pengendara motor bernama Suharno, 42, tewas seketika setelah tertimpa crane (alat katrol barang)kemarin (24/5) sekitar pukul 14.00. Empat lainnya, termasuk satu warga Jepang, dilarikan ke RS Medistra dan RS Jakarta.

Dugaan sementara, tiang setinggi 30 meter itu ambruk karena kawat baja penopangnya (sling) putus lantaran tidak kuat menahan beban. Kontraktor proyek PT Ascet Indonusa dan subkontraktor PT Cahaya Indotama Engineering langsung diperiksa di Polda Metro Jaya. Keduanya menyatakan siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Suharno adalah petugas Security Grup Artha (SGA). Saat kejadian, warga Jalan Tegal Parang RT 05/03, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, itu hendak pulang setelah tugas malam. Di saat senggangnya, dia biasa mengojek di kawasan bisnis terpadu itu.

Sial nasib Suharno. Ketika melintas di belakang gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) itu, tiba-tiba "brukkkk…", sebuah tiang crane jatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Alat angkut yang beratnya sekitar satu ton dan terbuat dari rangkaian baja itu menghantam tubuhnya.

Kepala Suharno remuk. Begitu pula tangannya. Paha kanan patah. Sempat menjadi tontonan warga, jenazah lantas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Bukan itu saja, motor jenis bebek Honda Astrea D 3161 LO yang ditumpanginya juga rusak parah.

Peristiwa itu juga mengakibatkan lima warga lain yang berada dalam dua mobil berbeda juga menjadi korban. Sedan mewah Mercedes Benz B 2180 EN yang di dalamnya terdapat empat penumpang dilaporkan rusak. Empat penumpang yang mengalami luka-luka ringan itu adalah Indra (sopir), pemilik mobil Edwin Hutabarat, 38; kakak Edwin yang bernama Nuryani, 42; dan neneknya yang bernama Maryani Yahya, 84. Keempatnya saat ini dirawat di RS Medistra.

Korban lainnya adalah seorang warga negara Jepang bernama Mayumi Sunoda. Dia langsung dibawa ke RS Jakarta. Dilaporkan, Sunoda hanya mengalami luka-luka ringan.

Peristiwa robohnya tower crane memacetkan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Selama tiga jam, hingga pukul 17.00, arus macet total. Apalagi, jatuhnya crane dan evakuasi korban menjadi tontonan warga.

Berdasar informasi yang dihimpun Indo Pos (Grup Jawa Pos), alat angkut baja itu jatuh akibat putusnya sling penopang tower. Kawat baja tersebut diduga tak kuat menahan beban yang dibawanya. Akibat penopangnya putus, rangkaian baja pun patah. Dari ketinggian 30 meter, rangkaian baja tersebut menghunjam jalan raya.

Kaget dengan kejadian itu, operator crane yang identitasnya belum disebutkan berusaha melarikan diri. Sejumlah satpam yang melihat langsung mengamankan pria tersebut. Satpam membawa operator itu ke Polda Metro Jaya.

Supervisor PT Ascet Indonusa selaku kontraktor pembangunan gedung Pacific Place Gatot Siswanto yang dijumpai di sekitar lokasi kejadian membenarkan penyebab jatuhnya crane. "Ya, slingnya putus karena nyangkut di besi-besi, tak kuat menahan beban," kata Gatot kemarin.

Sementara itu, Juru Bicara SGA Upa Labuhari mengatakan, korban tewas akan mendapat santunan dari perusahaan, begitu pula mengenai pergantian motor milik rekannya. "Kami juga mengganti semua ongkos pengobatan untuk para korban luka, termasuk bertanggung jawab memperbaiki kendaraan yang ikut rusak," jelas Upa.

Saat ditanya apakah kontraktor melanggar aturan dengan mengoperasikan crane di jalan umum pada siang, padahal aturannya hanya boleh di atas pukul 22.00, Upa enggan menjawab. Namun, dia mengatakan, kontraktor atau pengembang gedung PT Ascet Indonusa dan subkontraktornya, PT Cahaya Indotama Engineering, akan bertanggung jawab penuh.

"Yang jelas, pihak Ascet dan Cahaya, termasuk operator crane, masih dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya," kata Upa tanpa bersedia menyebutkan nama-nama yang diperiksa polisi. (ind/dil/jpnn)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 27 May 2007, 2:58 pm

Temukan 1,4 Kilo Sabu-Sabu di Rutan Medaeng

SURABAYA - Rutan Medaeng Surabaya benar-benar menjadi sarang narkoba. Razia tim gabungan petugas rutan dan kepolisian, Jumat (25/5) malam, menemukan ganja, sabu-sabu, dan pil ekstasi. Dari razia di Blok F itu, ditemukan pula sejumlah bahan serta alat untuk membuat sabu-sabu.

Juru Bicara Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu menyatakan, hasil razia tersebut merupakan pengungkapan terbesar kasus narkoba di penjara. "Itu sepanjang pengetahuan saya," kata Yayuk -panggilan Sri Setyo Rahayu.

Dari razia tersebut, polisi menemukan 6,942 kg ganja kering; 1,47 kg sabu-sabu; 168 butir ekstasi; dan uang tunai Rp 32,4 juta. Selain itu, tim gabungan berhasil mengungkap adanya praktik produksi sabu-sabu di rutan yang kini berpenghuni 1.735 tahanan dan napi tersebut.

Polisi memperkirakan, nilai narkoba yang berhasil disita di Rutan Medaeng itu mencapai Rp 2,2 miliar. Padahal, razia hanya dilakukan di satu blok. "Bahan dan perangkat membuat sabu-sabu ditemukan di sebuah ruang bekas toilet yang kini berfungsi sebagai gudang," jelas Kepala Rutan Medaeng Abu Zeid R.A. di sela-sela razia.

Perangkat pembuatan sabu yang ditemukan, antara lain, loyang dengan ukuran beragam, selang air, dua alat penyuling, serta sebotol aceton, fosfor, dan iodium. Selain itu, tim gabungan menemukan sebuah kaleng biskuit yang berisi ephedrine. Pil yang satu itu merupakan prekusor (bahan dasar utama) pembuatan sabu-sabu.

"Jika dilihat sekilas, peralatan pembuatan sabu-sabu tersebut tidak tampak dan terlihat seperti gudang lainnya karena ditutupi kardus, koran bekas, gabus, piring, karpet, dan gembok," kata Abu Zeid.

Namun, ketika diperiksa lebih seksama, petugas justru menemukan peralatan lengkap pembuatan sabu-sabu berikut bahan-bahannya di ruang seluas 2 x 1 meter tersebut.

Ketika akan membuka gudang itu, ternyata tidak ada petugas rutan yang memiliki kunci. Padahal, kendali seluruh ruang di rutan seharusnya berada di tangan petugas. Karena itu, muncul spekulasi bahwa ada sejumlah ruang di Rutan Medaeng yang dikuasai napi.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga menahan tujuh tersangka yang kini diproses di Polres Sidoarjo. Namun, belum diketahui pemilik alat-alat pembuatan sabu-sabu tersebut.

"Karena tidak jelas siapa yang menguasai ruang tersebut, kami masih belum bisa menentukan pemilik pabrik sabu-sabu itu," ujar Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang Iskandar.

Abu Zeid mengaku masih penasaran atas temuan narkoba itu. "Terutama soal pabrik sabu-sabu dan bagaimana benda-benda itu bisa masuk ke dalam rutan," ungkapnya.

Mantan Kalapas Banyuwangi tersebut bahkan tidak berani berspekulasi apakah kegiatan pabrik sabu-sabu tersebut masih baru atau sudah lama. "Menilik kondisi peralatannya, tampaknya, belum lama. Namun, siapa yang berani memastikan," ujarnya. (ano/eko/umi/may)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 27 May 2007, 3:07 pm

Pemerintah Ragu-Ragu Pilih Metode Sumbat Lumpur

JAKARTA - Sampai setahun bencana lumpur, pemerintah ternyata belum menemukan solusi konkret untuk menghentikan semburan. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, sampai saat ini belum ada metode yang dipilih pemerintah, termasuk metode cerobong baja yang diusulkan kontraktor Jepang.

"Belum ada persetujuan apa pun. Sekarang kami masih mengamati pergerakan tanah. Mungkin ada yang mengganggu," ujar Purnomo usai menghadiri sidang promosi doktor ilmu lingkungan di kampus UI Salemba kemarin. Solusi untuk menghentikan aliran lumpur, ujar Purnomo, tak bisa dilakukan serta merta, tapi harus memperhatikan faktor risiko.

Menteri kelahiran Semarang tersebut menambahkan, pemerintah belum memutuskan apakah menerima tawaran teknologi meredam semburan lumpur panas yang diajukan Jepang. Meski dipertimbangkan sebagai alternatif solusi, metode counter weight itu secara detil masih dibahas di tataran Badan Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BP2LS).

Dia menjelaskan, teknik itu bertujuan menghentikan lumpur di bawah permukaan tanah. Tepatnya di kedalaman 9.000 kaki. Di atas pusat semburan itu, permukaan dibuat bendungan berlapis dengan harapan lumpur keluar dan memberi tekanan balik ke bawah permukaan.

Selain soal geologis, yang harus diperhatikan adalah persiapan pendanaan yang diperkirakan menelan biaya Rp 600 miliar. "Setelah teknik selesai, baru ke persoalan ekonomi," tambahnya.

Selain semburan lumpur, persoalan yang belum selesai adalah ganti rugi kepada warga yang tempat tinggalnya terendam lumpur. Menurut Purnomo, ganti rugi sepenuhnya tanggung jawab Lapindo Brantas. Pemerintah melalui BP2LS, tambahnya, sudah menekan pihak Lapindo agar proses ganti rugi infrastruktur segera diselesaikan.

Dia menambahkan, konsep ganti rugi adalah pemberian sewa rumah selama dua tahun. Jika ada dokumentasi kepemilikan lahan, akan diberikan ganti rugi 20 persen. Pelunasan 80 persen diberikan sebulan sebelum kontrak habis. "Sekarang lebih fleksibel, tak harus memakai sertifikat," ujar pria kelahiran 1951 itu.

Namun, meski syarat dilonggarkan, masih banyak kesulitan yang dihadapi karena lokasi tempat tinggal tenggelam. "Verifikasi memerlukan waktu banyak," tambahnya.

Sementara itu, memperingati satu tahun semburan lumpur Sidoarjo, warga yang menjadi korban berencana menggelar acara renungan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, warga Perumahan Tanggulangin Sejahtera I (Perum TAS I) juga menggunakan tempat tersebut sebagai tempat tinggal sementara di Jakarta ketika nglurug menuntut ganti rugi secara cash and carry. (ein/fal)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 27 May 2007, 3:35 pm

SBY Panen Kritik

JAKARTA - Ancaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Amien Rais berbuntut kecaman. Berbagai kalangan mengkritisi sikap presiden yang terlalu reaktif menanggapi lontaran Amien mengenai aliran dana dari DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan) dan bantuan asing untuk kampanye pilpres pasangan SBY-Kalla.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang paling kecewa atas sikap presiden tersebut. Bahkan, perseteruan SBY-Amien dibahas secara khusus dalam rapat pleno partai berlambang matahari terbit itu. Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir meminta presiden tidak menebar ancaman.

"Presiden jangan ancam-mengancam, apalagi kepada Pak Amien Rais yang tidak punya urat takut. Jangan menambah musuh-musuh baru. Hari ini dengan Amien Rais, kemarin dengan Megawati. Nanti mungkin saja bermusuhan dengan Gus Dur atau Wiranto," ujar Soetrisno sebelum membuka rapat pleno di Rumah PAN, Jalan Warung Buncit, Jaksel, kemarin. Rapat pleno tersebut diikuti 45 pengurus harian dan 112 kepala departemen DPP PAN.

Soetrisno yang biasanya selalu memberikan pernyataan sejuk kali ini mulai keras terhadap pemerintah. Dia menyebutkan, tidak sepantasnya Amien diancam-ancam. Sebab, tokoh reformasi itu telah membuktikan diri tidak takut berhadapan dengan kekuasaan. Termasuk saat bersama para mahasiswa meruntuhkan rezim Soeharto yang berkuasa lebih dari 32 tahun.

Saudagar asal Pekalongan, Jateng, itu mengatakan menghormati hak SBY untuk memberikan pernyataan terkait dana capres 2004. Namun, dia menyayangkan keterangan presiden tersebut karena memanaskan suhu politik dan mengarah pada instabilitas nasional.

"Adalah hak presiden memberikan statemen, tapi jangan sampai overdosis statemen dan kontraproduktif bagi bangsa," ujar Soetrisno. Dia mengimbau SBY tidak lantas menambah musuh-musuh baru karena akan menguras energi bangsa untuk keluar dari krisis.

Sebagai pemimpin negara yang dipercaya rakyat dalam pemilu, presiden diminta lebih proaktif menjalin komunikasi politik dengan para elite bangsa. Termasuk kepada tokoh senior seperti Amien, Megawati, Gus Dur, dan Wiranto. "Presiden mestinya mengambil inisiatif duduk satu meja dengan para elite politik untuk mencari solusi masalah kebangsaan dan kenegaraan," ujarnya.

Sebagai orang yang lebih muda, Soetrisno bersedia menjembatani pertemuan Amien, Megawati, dan Wiranto dengan SBY. "Kami tidak menginginkan para tokoh senior ini bertikai," ungkapnya.

Seperti diberitakan, Jumat (25/5) lalu, Presiden SBY mengancam akan memerkarakan Amien Rais secara hukum. Itu menyusul pernyataan Amien yang mengatakan bahwa ada pasangan capres/cawapres yang menerima dana dari Washington.

"Apabila nyata-nyata Pak Amien menuduh saya di depan umum, apalagi secara eksplisit, melakukan kejahatan dengan menerima dana dari Washington, saya akan menggunakan hak saya untuk memerkarakan secara hukum," kata SBY saat itu.

Bukan hanya pimpinan PAN yang mengecam SBY. Pengacara Rokhmin Dahuri, Herman Kadir, juga mengungkapkan keprihatinan terhadap ancaman SBY tersebut. Menurut Herman, masyarakat dan SBY seharusnya berterima kasih kepada Amien yang membeberkan skandal dana kampanye. Toh, dengan terungkapnya kasus itu, Amien juga ikut kena getahnya.

"Amien memberikan pendidikan hukum dan politik. SBY seharusnya berterima kasih, bukannya kebakaran jenggot," ujar Herman prihatin.

Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo mengaku sangat meyakini bahwa pernyataan Amien Rais bukanlah sebuah fitnah. "Pak Amien tak mungkin asal bunyi. Dia pasti punya bukti, makanya berani menyatakan itu," katanya ketika dihubungi kemarin.

Dia justru meminta SBY yang merasa terfitnah oleh pernyataan Amien tersebut memprosesnya melalui pengadilan. "Sebagai warga negara, SBY juga punya hak-hak secara hukum. Jadi, lakukan saja proses hukum," ujarnya.

Terkait dengan kemungkinan dilakukannya kembali audit terhadap dana Pilpres 2004, Tjahjo mengembalikan kepada sikap SBY sebagai penguasa. Tapi, tegasnya, PDIP tidak akan mengikuti kembali proses tersebut. "Kami tidak akan ikut campur. Yang penting, dana kampanye kami sudah diaudit oleh tim independen," tegasnya.

Komentar pedas juga datang dari tokoh pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) Sri-Bintang Pamungkas. Menurut dia, "curahan hati" Presiden SBY yang disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media itu hanya akan menciptakan blunder. "SBY seharusnya tidak perlu sampai melakukan klarifikasi itu," katanya.

Dia juga menyoroti permainan sandiwara ala SBY yang tetap berusaha membangun kesan jaga image. "Meskipun dia mengaku tidak marah, tapi ada (kesan marah, Red) yang tampak di wajahnya," ujarnya. Bintang menilai ketidakjujuran SBY itu akan menjadi preseden buruk di mata publik.

Lebih jauh, tokoh politik yang sering menggelar demonstrasi itu juga berpendapat bahwa proses Pemilu dan Pilpres 2004 bisa dianggap tidak sah. Dia beralasan, semua pasangan capres dan cawapres telah mendapat bantuan dana. "Meskipun sampai saat ini baru Amien Rais yang mengaku telah menerima dana DKP, yang lain tetap punya kemungkinan juga," tandasnya.


Sikap Istana

Ketua MPR Hidayat Nurwahid menanggapi perseteruan antara SBY dan Amien Rais. Bahkan, mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendukung jika penyelesaian masalah aliran dana itu diteruskan.

Hidayat mengungkapkan, dirinya mendukung usul Amien Rais untuk melibatkan KPU dan Panwaslu guna mengungkap aliran dana untuk kampanye Pilpres 2004. "Saya berharap semangatnya itu saja, jangan dibawa ke mana-mana karena bisa mengaburkan. Jangan keluar konteks yang diinginkan," kata Hidayat kemarin.

Dikatakan, pengungkapan aliran dana itu harus dikuatkan dengan bukti-bukti. "Sebaiknya tetap membongkar itu. Basisnya bukti dan bukan pada fitnah," tandas Hidayat.

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, ada alasan mengapa presiden mengkritik Amien Rais. Ini karena ada opini publik yang menyudutkan presiden. "Presiden juga manusia. Kalau terus-menerus digiring dengan tuduhan spesifik, tentu saja presiden harus menjawab," ucap Andi di sela-sela mendampingi Presiden SBY di Candi Prambanan kemarin.

Sebenarnya, lanjut Andi, sebelum presiden menjawab sendiri, sudah berkali-kali tuduhan itu dijawab oleh para stafnya. Hanya, pemberitaan tentang kasus itu berkali-kali keluar di media. "Kalau presiden diam saja, nanti dikira takut atau malah dibilang salah. Sehingga, ya lebih baik dijawab," katanya.

Bahkan, Andi menyatakan pihaknya mempersilakan tentang rencana Amien Rais yang akan membeberkan semua bukti. "Silakan saja," kata Andi, singkat.

Terpisah, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar justru dengan terang-terangan mendukung langkah yang diambil Presiden SBY. Menurut dia, sebagai kepala negara, SBY memang harus memberikan klarifikasi atas tudingan negatif yang mengarah kepada tim sukses kampanyenya.

"Presiden memang harus membela diri agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat," katanya di sela-sela peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kantor DPP PKB, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, kemarin.

Apalagi, sejumlah orang dekat SBY semasa Pilpres 2004, seperti staf khusus capres SBY -Munawar Fuad- telah mengaku menerima dana DKP senilai Rp 150 juta. "Mungkin saja orang-orang yang dekat dengan SBY itu memang menerima dana DKP. Jadi, proses klarifikasi itu sudah tepat," tegasnya.

Kendati klarifikasi SBY tersebut telah memancing respons nasional, Muhaimin yakin kondisi itu tidak akan sampai menimbulkan polemik politik yang berkepanjangan. "Jadi, nggak perlu khawatir," ujarnya. (adb/pri/ein/cak/oto/jpnn)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Sun 27 May 2007, 3:37 pm

Nadia Saphira dan Sissy Priscilia Syuting CinTapuccino

Dua pemeran Mili dalam Ada Apa Dengan Cinta?, Sissy Priscillia, 21, (versi film), dan Nadia Saphira (versi sinetron), bermain bersama dalam film CinTapuccino garapan sutradara Rudi Soedjarwo.

Syuting film bergenre drama romantis itu sudah berlangsung dua kali. Salah satunya, di sebuah rumah di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, kemarin. "Syuting pertamanya beberapa hari lalu," kata Dini Suryani dari SinemArt Pictures, rumah produksi film tersebut.

Jawa Pos berkesempatan menyaksikan syuting film yang ceritanya diadaptasi dari novel best seller dengan judul yang sama karya Icha Rachmanti itu. Sejak pukul 06.00, kru dan pemain mulai berkumpul, lalu mengerjakan adegan demi adegan. Rencananya, Rudi menyelesaikan syuting dalam jangka waktu delapan hari. "Syutingnya di Jakarta dan Bandung. Di Bandung cukup dua hari saja, tanggal 1 dan 2 Juni," jelas Dini.

Nadia berperan sebagai Alin dan Sissy berperan sebagai Rahmi. Pemain lain yang juga terlibat adalah Aditya Herpavi (Raka), Miler (Nimo), dan beberapa pemeran pendukung, seperti Nani Wijaya, Ida Kusumah, Nani Somanegara, dan Mpok Atiek.

Sissy adalah pemain yang paling sibuk dalam syuting kemarin. Dia harus menyelesaikan 20 scene di antara 22 scene yang akan diselesaikan hari itu. Saking sibuknya, tidak ada waktu bagi wartawan untuk mewawancarainya.

Di sela-sela syuting, Sissy hanya bisa bertegur sapa dengan wartawan, namun tidak mungkin untuk wawancara. Pada pukul 15.30, gadis kelahiran 5 April 1985 itu tampak sangat kelelahan. Ketika ditemui beberapa hari lalu, Sissy mengaku senang mendapatkan peran Rahmi.

Menurut dia, Rahmi adalah gadis biasa yang dewasa, namun menjadi plinplan saat dihadapkan pada masalah yang berkaitan dengan masa lalu. "Tapi, nggak seplinplan Mili yang terkesan lemot. Rahmi itu jauh lebih dewasa," terangnya.

Sebaliknya, Nadia lebih santai daripada Sissy. Dia hanya syuting untuk tujuh scene pada hari itu. Tetapi, jadwal syutingnya tidak berurutan sehingga Nadia harus menunggu giliran dan pulang pada waktu yang sama dengan Sissy. "Mungkin syutingnya sampai tengah malam ini," ungkap Dini.

Menurut Icha Rachmanti, CinTapuccino menggambarkan cinta yang mengandung obsesi. Tidak ada arti khusus dari kata-kata itu. "CinTapuccino hanya sebuah istilah. Kependekan dari cinta cappucino. Cappucino kan rasanya manis, terbuat dari espresso ditambah susu," terangnya.

Secara garis besar, CinTapuccino bercerita tentang Nimo. Nimo adalah obsesi cinta Rahmi sejak SMA. Sebelum cinta itu terwujud, mereka berpisah hingga akhirnya Rahmi dekat dengan Raka dan hampir menikah. Menjelang menikah, Nimo hadir lagi. "Akhirnya, terjadi cinta segi tiga," ujar Icha.

Icha yang menulis cerita bersama Jujur Prananto itu mengatakan, proyek film tersebut sebenarnya dimulai sejak dua tahun lalu, hampir bersamaan dengan film Jomblo. "Tapi, ada beberapa kendala. Selain itu, dulu rencananya sutradaranya bukan Rudi," jelas Icha. (gen)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Wed 30 May 2007, 2:17 pm

Tabur Bunga dan Blokade Akses ke Pusat Semburan

SIDOARJO - Suasana haru dan emosional mewarnai peringatan satu tahun lumpur Lapindo di lokasi bencana kemarin. Ratusan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I (Perum TAS I) melakukan tabur bunga di bekas rumah mereka yang sudah tertutup lumpur. Pada saat hampir bersamaan, warga empat desa memblokade akses truk pembawa pasir dan batu ke pusat semburan lumpur panas.

Peringatan itu diawali dengan konvoi keliling kota Sidoarjo. Konvoi diawali dari posko warga di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, kemudian berlanjut di Pendapa Kabupaten Sidoarjo dan Kantor DPRD Sidoarjo. Lalu, mereka menuju ke bekas rumah mereka yang terendam lumpur di Perum TAS 1. Di sini warga menabur bunga sebagai tanda satu tahun lumpur telah menyengsarakan mereka.

Saat menabur bunga dan mengucap doa di kawasan tersebut, banyak warga yang menangis. Beberapa warga, khususnya ibu-ibu, terlihat meneteskan air mata saat melihat deretan rumah mereka yang tinggal atapnya saja. "Dulu kami hidup damai di sini. Tapi, kini semua yang dikumpulkan mulai nol telah rata dengan lumpur," ujar Yuliati, salah seorang peserta tabur bunga, sambil menunjuk rumahnya yang sudah terendam lumpur. Selain mengucap doa dan menabur bunga, warga Perum TAS I juga bersalam-salaman.

Salah seorang tokoh warga, Koes Sulaksono, mengatakan, pada momen peringatan setahun lumpur, warga sangat berharap kepada pemerintah dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). "Lapindo harus terus ditekan agar segera memenuhi tanggung jawabnya," pintanya.

Peringatan setahun lumpur Lapindo juga dilakukan warga empat desa yang berada di luar peta terdampak lumpur Lapindo, yaitu Besuki, Kedungcangkring, Mindi, dan Pejarakan. Berbeda dengan warga Perum TAS I, warga empat desa itu memblokade akses truk pembawa pasir dan batu ke pusat semburan lumpur panas. Selain itu, mereka juga menghentikan aktivitas pengaliran lumpur di kanal dan jalur pembuang ke Sungai Porong.

Aksi itu dilakukan setelah sekitar 1.000 warga berkumpul di lapangan bola Besuki depan Balai Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Koordinator warga empat desa, Ahmad Zakaria, mengatakan, hal itu dilakukan agar pemerintah memperhatikan tuntutan mereka, yaitu agar empat desa tersebut dimasukkan dalam peta terdampak lumpur. "Kami tidak mau jika desa kami yang terendam lumpur diperlakukan berbeda dengan desa lain yang sudah terendam lumpur," katanya.

Sebagaimana diketahui, jika lumpur menggenangi daerah di luar peta terdampak, mereka akan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah sebesar Rp 15 juta sampai Rp 30 juta. Ini berbeda dengan desa lain di dalam peta yang mendapatkan ganti rugi lebih besar dari Lapindo.

Menanggapi aksi warga tersebut, BPLS menyerahkan tuntutan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengatakan, peta terdampak lumpur 22 Maret 2007 ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007. Karena itu, yang berhak mengubah hanyalah presiden dengan membuat peraturan baru atau merevisinya.

BPLS, lanjut Zulkarnain, telah berupaya melaporkan tuntutan warga empat desa tersebut kepada Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo. Tetapi, sampai saat ini belum ada tanggapan dari dewan pengarah. Dewan Pengarah BPLS itu terdiri atas sejumlah menteri.

"BPLS di Porong hanyalah sebagai pelaksana dan bukan pengambil kebijakan. Makanya, kami tidak bisa mengambil keputusan terkait tuntutan warga empat desa yang meminta dimasukkan dalam peta terdampak lumpur," jelas Zulkarnain. (dyn)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Wed 30 May 2007, 2:18 pm

Penyelundup Manusia ke Aussie Dibekuk

JAKARTA - Aparat kepolisian berhasil membekuk dua warga negara (WN) Sri Lanka yang terlibat sindikat penyelundupan manusia. Modusnya, MI dan SC (inisial dua WN asing itu) menampung sejumlah orang dari negaranya di Indonesia, kemudian diberangkatkan secara ilegal ke Australia.

Dua WN Sri Lanka itu ditangkap pada 7 Mei lalu di Bintaro, Tangerang, tapi baru kemarin diungkap ke wartawan. "Indonesia dipakai sebagai transit untuk pengurusan transportasi dan akomodasi sebelum WN Sri Lanka berangkat ke Australia," jelas Wadir I Kamtranas Kombes Pol Bachtiar Hasanudin Tambunan di Mabes Polri kemarin.

Dari hasil pemeriksaan polisi, setidaknya sudah dua kali MI dan SC menjalankan bisnis haram tersebut. Aksi terakhir MI dan SC dilakukan Februari lalu. Saat itu, mereka menyelundupkan 83 WN Sri Lanka melalui kapal motor yang dinakhodai dua WN Indonesia, K dan M. Sedianya, kapal yang berangkat dari Pelabuhan Sumur Ujung Kulon, Banten, tersebut merapat ke Christmas Island, Australia, tapi terburu dipergoki kapal AL Australia.

K dan M kemudian diinterogasi tentara AL Australia. Dari pengakuan mereka itulah muncul nama MI dan SC sebagai otak di balik penyelundupan manusia tersebut. AL Australia pun langsung mengirimkan informasi penangkapan tersebut ke Mabes Polri. Oleh Mabes Polri, laporan itu langsung direspons. Kemudian, petugas berhasil menangkap MI dan SC di tempat tinggalnya di kawasan Bintaro, Tangerang.

Dari hasil pemeriksaan polisi, MI dan SC mengaku memungut biaya Rp 100 juta-Rp 150 juta bagi WN Sri Lanka yang hendak menyelundup ke Australia.

Ketika menggerebek tempat tinggal MI dan SC, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai lebih dari Rp 520 juta dan USD 3.400. Polisi juga menyita tiket pesawat Kolombo-Medan yang digunakan para WN Sri Lanka saat masuk ke Indonesia. "Kini, kami akan meningkatkan clearing house bersama TNI, imigrasi, serta jajaran lain untuk mengantisipasi kasus tersebut agar tak terjadi lagi," ungkapnya. Sri Lanka dikategorikan sebagai negara rawan.

Selain mengungkap kasus tersebut, Mabes Polri membekuk 15 warga negara Indonesia yang terlibat sindikat penjualan gadis asal Indonesia ke Malaysia pada April lalu. Modusnya, mencari calon korban di desa-desa, lalu menguruskan administrasi, kemudian mengirimkan mereka ke negara pemesan. Modus semacam itu sudah berjalan beberapa kali. (naz)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Thu 31 May 2007, 4:52 pm

Dar Der Dor di Pasuruan, Empat Tewas

Bentrok Berdarah Warga v Marinir
Salah Satu Korban, Wanita Hamil 4 Bulan
PASURUAN - Insiden berdarah kemarin terjadi di Pasuruan, Jawa Timur. Empat orang tewas serta lima lainnya luka-luka akibat diterjang peluru ketika aparat TNI-AL terlibat bentrok dengan warga. Peristiwa itu terjadi di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 10.00.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Bromo (Grup Jawa Pos), peristiwa tersebut dipicu protes warga terhadap aktivitas para pekerja TNI-AL yang menggarap lahan Prokimal (Proyek Permukiman Angkatan Laut) di desa tersebut.

Kabar yang beredar di warga, di atas lahan Prokimal itu, akan ditanami tanaman produktif, seperti tebu dan mangga. Pengerjaan dilakukan mulai Selasa lalu (29/5) dengan menggunakan peralatan berat seperti bego.

Rupanya, aktivitas itulah yang menyulut protes warga. Sebab, di lahan yang digarap dengan peralatan berat tersebut, masih ada tanaman singkong milik warga. Mereka minta agar penggarapan itu dilakukan setelah masa panen.

"Jangan dulu, tunggu panen," kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya, menceritakan kronologi peristiwa itu kemarin.

Tapi, protes warga tersebut tak ditanggapi para penggarap yang bekerja untuk TNI-AL itu. Perang mulut pun terjadi. Beberapa saat kemudian, datang sejumlah personel Marinir TNI-AL bersenjata lengkap. "Jumlahnya sekitar 11-15 orang," kata Misnatun, warga Alastlogo yang menjadi saksi mata peristiwa itu, kemarin. Saat itu terjadilah bentrok antara aparat TNI- AL dan warga.

Tak lama kemudian, terdengar suara dar der dor di lokasi kejadian. "Peristiwanya terjadi begitu cepat," kata Misnatun, yang dalam insiden itu kehilangan istrinya, Khotijah. Khotijah yang sedang hamil empat bulan itu ditemukan tewas terkena tembakan.

Kesaksian serupa juga diungkapkan Sh, warga Desa Sumberanyar, Nguling, tak seberapa jauh dari TKP (tempat kejadian perkara). Diceritakan, saat itu dia sedang mencari rumput tak jauh dari TKP. Namun, baru beberapa saat, dia mendengar suara letusan. "Awalnya cuma sekali. Terus terdengar lagi berulang kali," katanya.

Menurut Sh, beberapa saat kemudian, terdengar suara jerit tangis dari warga. Khawatir terjadi sesuatu, pria yang sehari-hari mencari rumput itu pun bergegas meninggalkan lokasi kejadian.

Sedangkan warga Alastlogo langsung semburat begitu mendengar suara letusan senjata dari aparat TNI-AL. Mereka panik. Suasana pun mencekam. Warga yang berada di luar rumah pun langsung berusaha menyelamatkan diri dengan masuk rumah.

Saat itu, diduga, para oknum Marinir melepaskan tembakan secara membabi buta. Itu bisa dilihat dari bekas tembakan di beberapa tempat. Di antaranya di musala, batang pohon, dan rumah-rumah warga.

"Kami tidak tahu mengapa mereka begitu tega melakukan ini," tutur Misnatun.

Memang, bekas aksi penembakan itu masih terlihat di sejumlah sudut. Termasuk di rumah Misnatun. Bahkan, di pintu belakang rumah yang kemarin dipasang police line itu masih terlihat bercak isi kepala Khotijah yang menempel di daun pintu. "Ini isi kepala istri saya belum dibersihkan," kata Misnatun dengan kedua mata berkaca-kaca.

Menurut penuturan saksi mata lainnya, sesaat sebelum kejadian, Khotijah sedang memarut kelapa di musala yang berada di depan sudut rumahnya. Mendengar suara tembakan, perempuan 30 tahun itu langsung berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, perlengkapan untuk memarut kelapa pun tak sempat dia bawa.

Tapi, nahas. Khotijah yang waktu itu berusaha melewati pintu belakang langsung ambruk. Ini setelah salah satu peluru tepat mengenai kepalanya hingga tembus ke belakang. Bahkan, sebagian isi kepalanya terlihat berserakan di daun pintu.

Kondisi mengenaskan juga dialami Sutam, 40. Pria yang pada saat kejadian sedang asyik melinting rokok itu pun tak lepas dari sasaran tembak. Seketika itu dia tewas setelah terkena tembakan yang menembus tengkuk belakang kepalanya.

Bahkan, menurut keterangan warga, aksi penembakan juga dilakukan terhadap warga yang berada di dapur. Ini dialami Mistin. Saat itu, dia tengah memasak di dapur. Dia juga tengah menggendong anaknya yang berusia tiga tahun, Khoirul Agung.

Tiba-tiba saja, dia jatuh tersungkur. Ternyata dia terkena peluru yang menembus dadanya. Yang memilukan, peluru itu juga menembus ke punggung Mistin, terus tembus ke dada Khoirul Agung.

Kontan, jerit tangis mewarnai tertembaknya Mistin. Beberapa warga langsung berusaha memberikan pertolongan. Tapi nahas, Mistin langsung tewas seketika di depan rumahnya. Suasana di kawasan itu pun makin panik dan tegang.

Warga berlarian. Para wanita menjerit-jerit histeris melihat beberapa tetangganya roboh tertembak. Mereka yang cepat menyadari situasi segera bergegas memberikan pertolongan. Korban tewas seperti Mistin, Sutam, dan Rohman langsung diangkut ke rumah sakit dengan menggunakan pikap. Sedangkan Khoirul Agung, anak Mistin, yang baru berumur 3 tahun itu, sempat dibawa dengan sepeda motor dengan dada terkoyak peluru.

Sekitar pukul 11.30, para korban baik yang tewas, terluka parah, maupun yang mengalami luka tembak di tangan dan kaki tiba di RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.

Para petugas RSUD bertindak cepat menangani mereka. Namun karena keterbatasan peralatan, para korban akhirnya dirujuk ke RS Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

Diketahui, korban meninggal akhirnya berjumlah empat orang. Mereka adalah Mistin, Sutam, Rohman, dan Khotijah. Sampai tadi malam, beberapa korban yang menderita luka parah masih dirawat di RSSA Malang. Hanya tiga orang luka ringan yang masih dirawat di RSUD dr Soedarsono.


Warga Balas Blokade Jalan

Insiden penembakan tersebut langsung mendapat aksi balasan dari warga. Siang kemarin warga Alastlogo memblokade ruas jalan Pasuruan-Probolinggo, persis di depan pintu masuk kawasan desa itu.

Warga meletakkan batu-batu dan pohon-pohon di badan jalan. Selain itu, warga berkerumun di tengah jalan. Sesekali mereka berteriak-teriak mengeluarkan semua amarah.

Semua kendaraan yang melaju dari barat dan timur distop. "Stop, stop. Jalan ini kami tutup dulu. Kami minta maaf bila mengganggu," kata warga kepada para sopir kendaraan dari arah Pasuruan maupun Probolinggo.

Akibat aksi tersebut, lalu lintas di jalur Pasuruan-Probolinggo macet total sejak pukul 11.20. Arus lalu lintas dari arah Pasuruan menuju Probolinggo dan sebaliknya terpaksa dialihkan. Kendaraan dari arah Probolinggo dilewatkan Pasar Nguling ke selatan, tembus ke jalan Desa Watestani, Nguling, hingga Cukur Gondang, Grati.

Sebagian lagi yang telanjur terjebak setelah Nguling, terutama mobil, diarahkan untuk melintasi Karanganyar yang juga tembus ke Cukur Gondang.

Nah, di kawasan Watestani hingga Cukur Gondang itulah terjadi penumpukan arus kendaraan dari dua arah. Laju kendaraan pun tersendat-sendat.

Ternyata warga tidak hanya memblokade jalan raya provinsi di depan Alastlogo. Tapi, mereka juga menutup jalan raya Sumber Dawesari, persis di depan Ranu Grati. Warga berlesehan di tengah jalan yang sudah dipalang beberapa tangga, batu, dan pohon. Aksi itu mengakibatkan kemacetan kian panjang.

"Macet lama. Padahal, kami sudah tiga jam berada di Ngopak. Entah sampai jam berapa bisa sampai ke Probolinggo," ujar Dayat, salah seorang pengendara mobil yang sore kemarin menelepon kantor redaksi Radar Bromo (Grup Jawa Pos) menanyakan ikhwal kemacetan tersebut.

"Bayangkan, saya berangkat dari Probolinggo jam 11.00. Tapi, sampai di Pasuruan jam 17.30. Itu pun saya menggunakan jasa ojek, mulai Ranu Klindungan, Grati. Kalau terus naik bus, bisa bertambah malam saya tiba di Pasuruan," ujar salah seorang penumpang bus. Padahal, jika kondisi normal, perjalanan dengan bus dari Pasuruan samapi Probolinggo hanya memakan waktu sekitar satu jam.

Belum didapat keterangan lebih lanjut apakah warga akan melakukan aksi blokade hingga hari ini. Yang jelas, hingga pukul 17.30 kemarin, aksi blokade tersebut masih berlangsung. (aad/df/puj/jpnn)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  .::UnknowN::. on Thu 31 May 2007, 4:53 pm

Delapan Adegan Disensor

Film 3 Hari untuk Selamanya Rilis 8 Juni
JAKARTA - Lewat film terbarunya, sutradara Riri Riza mencoba mengangkat berbagai konflik yang terjadi di masa transisi remaja menuju dewasa. Film berjudul 3 Hari untuk Selamanya itu akan menguak berbagai problematika yang banyak dihadapi remaja. Penggmbaran itu diwakilkan pada karakter Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti).

Diceritakan, Yusuf dan saudara sepupunya, Ambar, itu sebagai remaja usia 20 tahunan. Keduanya memiliki karakter kepribadian yang berbeda. Yusuf diceritakan sebagai mahasiswa awal jurusan Teknik Arsitektur. Gayanya sederhana, dewasa, dan cenderung pendiam.

Sebaliknya, Ambar adalah cewek manja dengan dandanan nyentrik dan menyenangi dunia gemerlap. Dia sedang bingung, melanjutkan kuliah atau tidak. Kesamaan antara keduanya terlihat saat keduanya menempuh perjalanan Jakarta menuju Jogjakarta dengan mobil sedan. Mereka sama-sama mengonsumsi ganja dan alkohol.

Menurut Riri, gambaran Yusuf dan Ambar lazim terjadi pada setiap orang. Di hadapan orang tua, keduanya tumbuh sesuai dengan harapan keluarga. Santun mendengar dan baik menjalankan kewajiban sosial. Di belakang itu, sisi hitam keduanya muncul.

Cerita dibuka dengan Yusuf yang mendapat tugas dari budenya (ibu kandung Ambar) untuk mengantar satu set piring yang sudah digunakan turun-temurun untuk dipakai pada prosesi pernikahan kakak kandung Ambar di Jogjakarta.

Ambar rencananya berangkat bersama keluarganya menumpang pesawat terbang ke Jogja. Tetapi, malam sebelum berangkat, dia mengajak Yusuf ke kelab dan minum alkohol. Ambar bangun kesiangan dan ketinggalan pesawat. Akhirnya, dia harus berangkat ke Jogja bersama Yusuf.

Yusuf dan Ambar yakin, perjalanan ke Jogja cukup ditempuh dalam waktu satu hari, sesuai perhitungan normal. Tetapi, prediksi itu meleset. Satu hari berubah menjadi tiga hari.

Faktor keterlambatan itulah yang menjadi inti cerita 3 Hari untuk Selamanya. Segala permasalahan terkuak. Alur cerita yang disampaikan Riri disesuaikan dengan trek perjalanan. "Ketika perjalanan dari Jakarta sampai Bandung, mereka ceria karena suasana sejuk. Di daerah Pantura antara Indramayu dan Tegal yang panas, muncul konflik. Suasana kembali riang seiring dengan suasana perjalanan yang kembali sejuk mendekati Jogjakarta," terang Riri.

Riri tidak ragu mempertontonkan beberapa adegan yang selama ini dianggap tabu. Dugem, obat-obatan, beserta segala perlengkapan penggunaannya, termasuk hubungan intim ada di film ini. "Tapi film ini mengalami delapan pemotongan (sensor) dari yang terhormat Lembaga Sensor Film (LSF). Adegan Yusuf dan Ambar saat berhubungan. Atau adegan saat mereka memakai obat-obatan. Untunglah, tidak mengurangi inti cerita," ungkap pria berambut keriting itu.

Selama perjalanan itu, Yusuf dan Ambar melewati beberapa tempat yang indah dan unik. Di saat senang, mereka selalu tertawa -seperti orang di bawah pengaruh ganja. Yusuf memberikan pelajaran tentang arti kedewasaan. Timbal baliknya, Ambar memperkenalkan seks yang pada akhirnya, semua itu mengubah mereka untuk selamanya.

Film khsusus 18 tahun ke atas itu sebelumnya sudah diputar di Hong Kong International Film Festival dan Singapore International Film Festival. Di bioskop-bioskop Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Jogja, film produksi Miles itu akan diputar 8 Juni 2007. (gen)


sumber:jawapos.com
avatar
.::UnknowN::.
Special Member
Special Member

Jumlah posting : 2755
Location : Heroes City
Notepad : waiting...in the calm of desolation...wanting to break...from this circle of confusion
Job/Hobbies : Tidur yg nyenyak
Registration date : 18.02.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Ting Re: Regional

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik